Corona di Indonesia

KSAD Jenderal Andika Perkasa Nyatakan Tekadnya untuk Menyempurnakan Obat Covid-19

Jenderal Andika Perkasa mengaku siap memperbaiki obat COVID-19 hasil kerja sama Unair-BIN-TNI AD itu jika BPOM menemukan kekurangan.

Editor: Wema Satya Dinata
Kolase Kompas dan Shutterstock
KSAD Jenderal Andika Perkasa (kiri), ilustrasi obat COVID-19 (kanan) 

Pasalnya, niatan tim peneliti didasari rasa kemanusiaan untuk menolong pasien Covid-19 yang sangat membutuhkan perawatan dan pengobatan.

Tentunya, ikhtiar yang dilakukan bersama dengan banyak pihak tersebut bisa memberi jalan keluar bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama menghadapi pandemi virus Covid-19.

China Racik Obat COVID-19 dan Berhasil Diuji ke Hewan

Tak cuma Indonesia, negara-negara di dunia kini memang tengah berlomba untuk mengembangkan obat COVID-19.

China sedang melakukan uji racikan obat COVID-19 yang diklaim bisa lebih cepat memulihkan dan meningkatkan kekebalan tubuh pasien dibandingkan vaksin.

Racikan obat tersebut diyakini cukup kuat untuk menghentikan penyebaran virus corona. Obat ini sedang diuji oleh para ilmuwan di Universitas Peking, China.

Para peneliti menerangkan, obat ini tidak hanya dapat mempersingkat waktu pemulihan pasien, tapi juga bisa menumbuhkan kekebalan jangka pendek.

Sunney Xie direktur pusat Inovasi Genomik Tingkat Lanjut di Beijing mengatakan kepada AFP, bahwa obat ini telah berhasil diuji pada hewan.

Obat ini menggunakan antibodi penawar, yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk mencegah virus menginfeksi sel-sel tubuh.

Tim Xie mengisolasi antibodi tersebut dari 60 pasien yang sembuh dari Covid-19.

Sebuah studi pada penelitian tim yang diterbitkan pada Minggu (17/5/2020) di jurnal ilmiah Cell menunjukkan, penggunaan antibodi memberikan potensi "penyembuhan" untuk penyakit dan mempersingkat waktu pemulihan.

Xie mengatakan obat itu harus siap digunakan akhir tahun ini, dan pada waktunya saat terjadi potensi wabah di musim dingin.

"Perencanaan untuk uji klinis sedang dilakukan," kata Xie sembari menambahkan uji klinis akan dilakukan di Australia dan negara-negara lain dikarenakan kasus-kasus virus corona telah berkurang di China.

"Harapannya antibodi yang dinetralkan ini bisa menjadi obat khusus yang akan menghentikan pandemi," ungkapnya.

China sudah memiliki 5 calon vaksin Covid-19 yang sedang diuji coba ke manusia, kata seorang pejabat kesehatan pekan lalu.

Halaman
123
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved