Breaking News:

Sponsored Content

Wayan Agus: Program JKN-KIS, Program dengan Segudang Manfaat

Pekerja sektor pariwisata di daerah Ubud ini menyatakan bahwa dirinya merasa sangat beruntung menjadi peserta JKN-KIS.

Istimewa
I Wayan Agus Swidnyantara (34) menunjukkan kartu JKN-KIS miliknya 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Di tengah penyesuaian iuran program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), banyak peserta yang tidak mempermasalahkan dan menanggapinya dengan positif.

 Bukan tanpa alasan, banyak masyarakat berpendapat bahwa dengan keberadaan Program JKN-KIS tersebut, mereka dapat kemudahan akses pelayanan kesehatan tanpa harus dibuat khawatir akan biaya pengobatan, salah satunya adalah I Wayan Agus Swidnyantara (34).

Pekerja sektor pariwisata di daerah Ubud ini menyatakan bahwa dirinya merasa sangat beruntung menjadi peserta JKN-KIS.

“Program JKN-KIS ini sangat baik, saya sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) hanya cukup membayar dengan mekanisme potong gaji perbulannya sebesar 1% sedangkan 4% dibayar oleh pemberi kerja tetapi sudah diakomodir untuk 1 keluarga,” ungkap Agus, sapaan akrabnya.

KSAD Jenderal Andika Perkasa Nyatakan Tekadnya untuk Menyempurnakan Obat Covid-19

Ada Proyek Pembuatan Drainase di Jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar, 100 Pohon Perindang Ditebang

Hari Ini, Kuota Penukaran Uang Rupiah Rp 75.000 di BI Naik 2 Kali Lipat

Pria yang berasal dari Payangan Gianyar ini mengaku langsung didaftarkan perusahaannya begitu menjadi pekerja, kurang lebih sudah 1 tahun ia didaftarkan oleh perusahaannya.

Melihat banyak manfaat yang bisa didapatnya, Agus merasa bahwa pekerja harusnya bersyukur jika didaftarkan oleh perusahaannya menjadi peserta JKN-KIS.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada perusahaan tempat saya bekerja yang telah mendaftarkan saya sebagai peserta JKN-KIS.

Saya rasa, biaya berobat ke fasilitas kesehatan tentunya mahal, tetapi dengan JKN-KIS semuanya menjadi ringan karena biaya pengobatan tersebut akan dijamin sepenuhnya asalkan sesuai prosedur,” lanjut Agus.

Ia pun menyampaikan bahwa tidak masalah meskipun dirinya tidak pernah menggunakannya untuk berobat, karena selain bekerja dan menghasilkan untuk ia dan keluarga, dirinya juga dapat ikut berkontribusi serta bergotong royong membangun bangsa, menjamin kesehatan peserta JKN-KIS lainnya.

Ia memiliki harapan agar seluruh masyarakat menjadi peserta JKN-KIS terutama dari perusahaan, sehingga program ini dapat berkesinambungan karena begitu banyak peserta yang telah terbantu dan menggantungkan harapan pengobatannya kepada Program JKN-KIS.

“Mendaftarkan pekerja ke dalam Program JKN-KIS adalah salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerjanya, untuk perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya melalui BPJS Kesehatan, berarti mengabaikan kesejahteraan pekerja khususya di bidang kesehatan,” tutup Agus (*)

Editor: Wema Satya Dinata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved