Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Dirumahkan Akibat Pandemi Covid-19, Komunitas Pekerja Hotel Gelar Pop Up Market

Hoteliers Friends yang kini menekuni home industri tersebut dikumpulkan untuk mengikuti bazar UMKM selama dua hari, dimulai hari ini dan besok

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana sejumlah warga melihat produk-produk yang ditawarkan di bazar Hoteliers Friends. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Komunitas pekerja hotel atau disebut Hoteliers Friends di Bali berupaya tetap survive atau bertahan menghidupi dapur rumah tangga mereka dengan membuat usaha mikro kecil menengah (UMKM) karena dirumahkan atau pun di PHK dampak pandemi Covid-19.

Hoteliers Friends yang kini menekuni home industri tersebut dikumpulkan untuk mengikuti bazar UMKM selama dua hari, dimulai hari ini dan besok.

"Hoteliers Friends adalah kumpulan teman-teman yang bekerja di hotel berbeda. Melihat situasi yang terjadi sekarang dimana Covid-19 sangat mempengaruhi perekonomian dari sebagian pekerja pariwisata.

Sehingga banyak dari teman-teman yang kita lihat akhirnya membuka usaha-usaha kecil dirumah untuk mencari penghasilan tambahan.

Hari Pertama Wisata Gunung Bromo Kembali Dibuka, Pengunjung Masih Sepi

Pelatih Teco: Irfan Jauhari Pemain Berkualitas, Punya Shoting Bagus dan Pekerja Keras

China Kerahkan Angkatan Laut dan Udara, Peringatkan Kapal Perang AS Keluar dari Laut China Selatan

Ketika ngobrol-ngobrol yuk kita showbiz kan produk-produk mereka jadi pop up market seperti ini," jelas Emm Larantuka selaku Project Leader Hoteliers Friends, Jumat (28/8/2020).

Ia menambahkan teman-teman yang berpartisipasi ini bervariasi ada yang di PHK, atau pun di rumahkan, ada juga masih bekerja tapi hari kerjanya dikurangi.

Sehingga agar tetap bisa survive membuat usaha kecil home industri seperti produk yang dijual disini sekarang.

"Mostly barang-barang yang dijual dan dipamerkan disini produksi sendiri home industri.

Untuk satu kali event kita batasi 25 partisipan tetapi nanti akan kita buat rutin bulanan," imbuh Emma.

Bazzar hari ini yang pertama digelar dan diadakan di Grand Lucky Supermarket Jl. Sunset Road Kuta, mulai pukul 11.00 sampai jam operasional Supermarket tutup.

"Surprise ya penjualan cukup tinggi dan juga animonya luar biasa support baik teman-teman lain maupun masyarakat yang ke grand lucky berbelanja mampir kesini," ungkapnya.

Disinggung sebelumnya bagaimana mereka memasarkan produknya, Emma menyampaikan bahwa sebelumnya teman-teman menjual produknya secara pribadi baik online atau pun langsung.

"Kebanyakan mereka menjual lewat market place yang ada di sosial media mereka berusaha maksimalkan," tambahnya.

Produk yang ditawarkan bervariasi mulai dari makanan ringan risol, minuman seperti kopi, tanaman hias, masker kain, lampu kamar unik dibuat dari botol minuman, dan lain-lain.

Tawarkan Wisata Religi dan Alam, Cau Belayu Kini Jadi Desa Wisata

Ini Cara Mendapatkan Kuota Internet Siswa, Nomor Masuk di Dapodik dan Awal September Disalurkan

Ramalan Zodiak Karier 29 Agustus 2020: Jalan Scorpio Tanpa Hambatan, Dapat Promosi, Keuangan Bagus

Harga yang ditawarkan juga terjangkau mulai dari Rp 10 ribu sampai puluhan ribu keatas.

Emma berharap teman-teman yang berpartisipasi kali ini dan lainnya tetap semangat untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan banyak hotel merumahkan karyawannya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved