Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kembali Memanas, China Klaim Usir Kapal Perusak AS dari Laut China Selatan

Menurut militer China, kapal perusak AS berlayar ke "perairan teritorial Tiongkok" di dekat kepulauan yang Beijing sebut Xisha.

Editor: Eviera Paramita Sandi
Istimewa
ILUSTRASI. China mengikutsertakan pesawat bomber jarak jauh H-6G dan H-6K dalam latihan militer di Laut China Selatan. 

TRIBUN-BALI.COM, BEIJING - Konflk antara China dan Amerika Serikat masih terus berlanjut.

Kini, China mengklaim telah memperingatkan kapal perusak berpeluru kendali Amerika Serikat yang dikerahkan ke Laut China Selatan. 

Wilayah itu adalah daerah yang disengketakan.

China pun telah melakukan uji coba peluncuran rudal balistik Tiongkok.

Menurut militer China, kapal perusak AS berlayar ke "perairan teritorial Tiongkok" di dekat kepulauan yang Beijing sebut Xisha.

Dan, Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengirim kapal perang dan pesawat tempur untuk "mengusir" kapal perusak AS.

“China memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas pulau-pulau di Laut China Selatan dan perairan yang berdekatan di wilayah tersebut," kata juru bicara PLA Kolonel Senior Li Huamin, Jumat (28/8/2020).

"Dan, pasukan komando selalu siaga tinggi untuk secara tegas melindungi kedaulatan nasional dan menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah Laut China Selatan,” katanya seperti dikutip China South Morning Post.

Armada Pasifik AS menyebutkan, USS Mustin (DDG-89) berlayar ke "sekitar Kepulauan Paracel" pada Kamis (27/8/2020) "untuk melawan klaim maritim yang berlebihan dan memperkuat hukum laut di perairan internasional".

Pengerahan USS Mustin juga untuk "memastikan jalur pelayaran penting di daerah itu tetap bebas dan terbuka," sebut Armada Pasifik AS dalam pernyataannya seperti dilansir China South Morning Post.

Semakin mengguncang situasi di Laut China Selatan

Keberadaan USS Mustin ke Kepulauan Paracel pasca uji coba peluncuran rudal balistik Dongfeng termasuk "pembunuh kapal induk" ke Laut China Selatan pada Rabu (26/8) pagi.

Departemen Pertahanan AS alias Pentagon mengatakan pada Kamis (27/8), uji peluncuran rudal balistik China di Laut China Selatan mengancam perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut.

Pentagon menyatakan, langkah tersebut mempertanyakan komitmen China pada 2002 untuk menghindari kegiatan provokatif.

"Tindakan China, termasuk uji coba rudal, semakin mengguncang situasi di Laut China Selatan," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Channel News Asia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved