Dharma Wacana
Rezeki Ada Tapi Habis Begitu Saja? Netralisir dengan Pebayuhan Tampel Bolong
Tujuan pelaksanaannya, agar rezeki, kesehatan, keadaan sosial berjalan dengan baik. Segala kekurangan yang ada dari kelahiran bisa dinetralisir
Penulis: Ida Ayu Made Sadnyari | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM - Nampel bolong atau tampel bolong sebuah pebayuhan yang dilakukan untuk menutupi kekurangan dari kelahiran seseorang.
Setiap orang memiliki kekurangan dalam kelahirannya menurut hari lahir.
Kekurangan ini disebutkan sebagai bolong (lubang).
Tujuan pelaksanaannya, agar rezeki, kesehatan, keadaan sosial berjalan dengan baik. Segala kekurangan yang ada dari kelahiran bisa dinetralisir.
• Erick Thohir Sebut Tenaga Medis dan TNI/Polri Bakal Jadi Prioritas Disuntik Vaksin Covid-19
• Ditangkap di Wilayah Dentim Karena Diduga Edarkan Sabu, Gede Eka Terancam 20 Tahun Penjara
• Kasus Covid-19 di Jembrana Bertambah 5 Orang, Satu Orang Meninggal Dunia
Ida Pedanda Gede Anggustha Lor Magelung mengibaratkan ekonomi seperti cangkir, jika dimasukkan air setitik demi setitik maka cangkir tersebut akan penuh jika tidak ada lubang.
Sebaliknya, meskipun wadah yang dimiliki adalah gentong, namun jika gentong tersebut berlubang, walau diisi air dengan deras maka air tersebut tidak bisa ditampung dan akan ke luar begitu saja.
Tuntunan yang ada, semua bolong tersebut harus ditutup.
Lubang yang ada pada setiap orang berbeda-beda sesuai hari kelahirannya.
1. Lahir Hari Minggu lubangnya ada di pundak
2. Lahir Hari Senin lubangnya di tangan
3. Lahir Hari Selasa lubangnya di atas payudara
4. Lahir Hari Rabu lubangnya ada di belakang (belikat)
5. Lahir Hari Kamis lubangnya di pusar
6. Lahir Hari Jumat lubangnya di pundak sama seperti lahir Hari Minggu
7. Lahir Hari Sabtu lubangnya di kemaluan.
• Petarung Amerika Serikat Jon Jone Beri Alasannya Lepas Sabuk Juara UFC
• Dua Festival di Klungkung Kembali Dianggarkan Tahun 2021
• Mulai Hari Ini Citilink Operasikan Rute Banyuwangi-Denpasar PP dan Rute Baru Denpasar-Lombok PP
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-pedanda-gede-anggustha-lor-magelung-saat-memberikan-dharma-wacana.jpg)