Buku Saya Kamu Mereka #dirumahsaja, Ceritakan Curhatan Selama Pandemi Covid-19
Baik itu pengalaman pribadi maupun yang dialami oleh teman-teman Ayu Sulistyowati menjalani Work From Home (WFH) dan lain-lain akibat dampak pandemi
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Ayu Sulistyowati mantan jurnalis Kompas, luncurkan buku berjudul Saya Kamu Mereka #dirumahsaja, menceritakan semua yang dirumah ditengah pandemi Covid-19.
Baik itu pengalaman pribadi maupun yang dialami oleh teman-teman Ayu Sulistyowati menjalani Work From Home (WFH) dan lain-lain akibat dampak pandemi.
Buku tersebut secara resmi di-launching, Sabtu (29/8/2020) sore di Whale and Co Bali dan juga disiarkan secara live streaming melalui aplikasi Zoom Meeting.
“Latar belakangnya, sebenarnya menghibur teman. Jadi awalnya dirumah saja jadi jurnalis. Dan dalam perjalanan menuju pensiun sebagai jurnalis itu tapi tidak meninggalkan menulis. Waktu WFH saya berusaha menghibur teman-teman dengan gambar karikatur-karikatur,” kata Ayu.
• Tingkatkan Minat Kunjungan Wisdom ke Bali, BDTI Gelar Travel Agent Gathering ‘We Love Bali’
• Artis Asal China Rancang Film Coronation, Menceritakan Pandemi Covid-19 di Wuhan
• Tingkatkan Jumlah Pasien Sembuh Covid-19, Danrem 163/Wira Satya Ajak Warga Donor Plasma Konvalesen
Dimana gambar-gambar karikatur tersebut dikirim ke teman-temannya melalui sosial media seperti aplikasi WhatsApp, Telegram dan lainnya.
Kemudian respon dari mereka menyampaikan, kenapa gambar karikatur-karikatur tersebut tidak dibuatkan jadi sebuah buku?.
“Dari awal ingin menghibur dan teman-teman serta sahabat itu memberikan ide dibuat buku. Akhirnya muncul lah buku ini dimana di dalamnya banyak ilustrasi dan teks juga. Tapi ini bukan curhatan yang melow itu enggak justru disini malah curhatan-curhatan mereka mesti ngapain dirumah,” tuturnya.
Dimana dalam pembuatan buku Saya Kamu Mereka #dirumahsaja kurang lebih dibuat selama kurang lebih 3 bulan, mulai sekitar bulan Maret lalu hingga Juni kemudian proses cetak, kemudian akhirnya dirilis hari ini.
Kenapa cover buku tersebut merah dan bukunya berukuran kecil tidak sebesar sebuah buku pada umumnya?
Ayu Sulistyowati menyampaikan untuk ukuran buku dan cover ini mencerminkan saya dirumah.
“Dirumah itu isinya ya saya, suami dan anak-anak. Makanya disini (cover depan dan belakang) ada gambar anak-anak saya selama pandemi. Disini mewakili gambar karya anak-anak saya yang mencerminkan tagar dirumah saja. Tagar untuk next buku bisa saja berubah dan berkembang,” jelasnya.
Untuk ukuran buku itu 12 cm x 16 cm, kenapa angka 12? Itu mewakili tanggal ulang tahun Ayu Sulistyowati dan 16 nya tanggal ulang tahun sang suami Ayu Sulistyowati.
Sementara warna cover dipilih merah karena warna tersebut merupakan warna favorit Ayu.
Dimana gambar karikatur-karikatur di dalam buku selain karya dari sang penulis itu sendiri, terdapat juga gambar-gambar karya anak-anak dari Ayu Sulistyowati yang dibuat untuk mengisi waktu di rumah.
• Rekomendasi DPP Parpol Mulai Turun, Danrem 163/Wira Satya Beri Pesan Terkait Pilkada Serentak 2020
• Timnas U-19 Indonesa Berangkat TC ke Kroasia, Ini Kata Iwan Bule, Kroasia Bukan Negara Kaleng-kaleng
• Robert Lewandowski Merasa Layak Meraih Ballon dOr 2020
“Gambar-gambar ini sebenarnya mencerminkan kebosanan dia (anak-anak) seperti main HP dan lain-lain. Mereka pun surprise ini kok gambar-gambarnya dikumpulin dan ada di buku. Mindset-nya saya mau buat buku tentang #dirumahsaja selama pandemi teman-temanku ngapain. Dari proses itu saya melihat anak-anak menggambar dan curhat bosen. Kenapa tidak sekalian gambar-gambar mereka dimasukkan,” paparnya.
Untuk makna dari judul buku, Ayu mengungkapkan bahwa artinya Saya juga dirumah saja, kamu dirumah saja, dan mereka dirumah saja.
“Artinya kita semua pas lagi ada di rumah saja. Jadi mencerminkan itu. Buku ini to be continue atau bersambung. Nanti akan berbeda tagarnya setiap lanjutannya. Judul tetap sama yaitu Saya Kamu Mereka, tapi tagarnya yang sekarang #dirumahsaja bisa ganti nanti di buku lanjutannya. Rencana buku selanjutnya target akhir tahun ini kalau bisa launching lagi,” imbuh Ayu.
Untuk bisa memiliki buku ini, penerbit dan sang penulis berkomitmen tetap mencerminkan #dirumahsaja.
Dalam artian buku ini tidak di jual secara offline di toko-toko buku atau merchant tetapi di jual secara online.
“Tidak ada penjualan offline dan tidak ada display sama sekali. Karena kita harus bisa belajar untuk memahami keadaan waktu sekarang ditengah pandemi yang dirumah saja. Tidak lucu kalau tagar saya di rumah saja tapi di display,” ungkapnya.
Yang tertarik dengan buku ini bisa membeli melalui website www.sayakamumereka.com, akun market place facebook, instagram dan twitter @bukusayakamumereka.
“Prosesnya (cara mendapatkannya) disitu, bisa pilih paket. Ada paket buku dengan voucher hotel, buku dengan produk kopi, dan bundling lain-lain. Buku akan dikirimkan melalui jasa ekspedisi,” tambahnya.
Ayu berharap selama pandemi Covid-19 sekarang ini kita harus tetap survive meskipun apa pun yang terjadi kita harus survive, harus kuat, harus tetap kreatif, harus tetap inovatif tidak boleh berhenti.
“Teman bantu teman. Dukungan teman-teman, dukungan keluarga itu penting. Jadi harus bisa saling support,” tegasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-peluncuran-buku-saya-kamu-mereka-dirumahsaja-yang-juga-disiarkan-live-streaming.jpg)