Virus Corona

Artis Asal China Rancang Film "Coronation", Menceritakan Pandemi Covid-19 di Wuhan

"China telah mengambil status sebagai negara adidaya di panggung global, namun tetap kurang dipahami oleh negara lain,"

Editor: Wema Satya Dinata
ROMAN PILIPEY/EPA-EFE
Warga berjalan memakai masker di jalanan yang masih dipasang pagar pembatas di Wuhan, China, 30 Maret 2020. Artis Asal China Rancang Film "Coronation", Menceritakan Pandemi Covid-19 di Wuhan 

TRIBUN-BALI.COM - Artis China, Ai Weiwei sedang membuat film rahasia berjudul "Coronation" di Wuhan, pusat kota di China yang merupakan asal mula virus corona muncul, yang selanjutnya diikuti lockdown.

Seniman internasional, yang telah menarik perhatian terhadap pelanggaran HAM dan korupsi pemerintahan di China, mengatakan dia telah memiliki tim videografi di lapangan untuk merekam aktivitas karantina yang berlangsung di kota Wuhan.

 "China telah mengambil status sebagai negara adidaya di panggung global, namun tetap kurang dipahami oleh negara lain," demikian bunyi pernyataan di situs resmi artis tersebut, seperti yang dilansir dari New York Post pada Jumat (28/8/2020).

"Melalui lensa pandemi, 'Coronation' dengan jelas menggambarkan manajemen krisis China dan mesin kontrol sosial, melalui pengawasan, doktrin ideologi, dan tekad keras untuk mengontrol setiap aspek masyarakat," ujarnya.

Tingkatkan Jumlah Pasien Sembuh Covid-19, Danrem 163/Wira Satya Ajak Warga Donor Plasma Konvalesen

Rekomendasi DPP Parpol Mulai Turun, Danrem 163/Wira Satya Beri Pesan Terkait Pilkada Serentak 2020

6 Tips Bersepeda yang Aman di Jalan Raya

Selama lebih dari 2 bulan, 11 juta penduduk Wuhan diisolasi saat virus corona menyebar.

Wuhan adalah pusat penyebaran virus corona di China dan menurut laporannya mengalami kematian terbanyak.

 Kota dan sebagian besar provinsi sekitarnya lockdown dari akhir Januari hingga awal April.

Orang-orang tidak dapat meninggalkan atau memasuki kota dan kebanyakan masyarakatnya dibatasi dengan karantina mandiri di rumah mereka masing-masing.

 Penyebaran virus corona telah dihentikan di China, meskipun wabah yang ditekan muncul secara sporadis.

Ai mengarahkan film tersebut dari jarak jauh dari Eropa.

Sementara film 'Coronation' menunjukkan perubahan yang terjadi di kota dan ruang individu di bawah pengaruh virus.

 Alur ceritanya menggambarkan nilai kehidupan individu dalam lingkungan politik, merefleksikan kesulitan yang kita hadapi sebagai individu dan negara dalam konteks globalisasi.

 Pada akhirnya, akibatnya adalah masyarakat tidak memiliki kepercayaan, transparansi, dan rasa hormat terhadap kemanusiaan.

 "Terlepas dari skala dan kecepatan penguncian Wuhan yang mengesankan, kita menghadapi pertanyaan yang lebih eksistensial, yaitu dapatkah peradaban bertahan hidup tanpa kemanusiaan? Bisakah negara bergantung satu sama lain tanpa transparansi atau kepercayaan?” ujarnya.

Penyebab Kecemasan di Malam Hari dan Cara Mengatasinya

5 Cara Atasi Rambut Rontok Pakai Bahan Alami, Mulai dari Alpukat Hingga Teh Hijau

Ramalan Zodiak Kesehatan 30 Agustus 2020: Cancer Migrain, Sagitarius Hati-hati Penyakit Kronis

 Ai mengatakan kepada The Associated Press awal musim panas ini bahwa teman-teman artisnya di Wuhan telah mengiriminya rekaman, bahkan dari rumah sakit, memberinya visual dari berbagai angle dari momen-momen kota yang rentan dan cepat selama lockdown yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved