Diduga Terima Suap, Raja Salman Pecat Komandan Pasukan Elit Arab Saudi

Pangeran Fahad disebut merupakan komandan koalisi militer yang dipimpin Saudi untuk menyerang kelompok pemberontak Yaman, Houthi.

AFP
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud 

TRIBUN-BALI.COM - Raja Salman memecat komandan pasukan elit Arab Saudi, yakni Pangeran Fahad bin Turki dan putranya Abdulaziz bin Fahad, yang tengah menjabat sebagai Wakil Emir Al Jouf.

Laporan dari media Arab Saudi, menyebutkan keduanya masuk ke dalam penyelidikan korupsi.

Merujuk kepada dekrit Raja Salman, sejumlah pejabat dari kementerian pertahanan juga diselidiki karena melakukan perbuatan rasuah.

Pangeran Fahad disebut merupakan komandan koalisi militer yang dipimpin Saudi untuk menyerang kelompok pemberontak Yaman, Houthi.

Kroasia Ubah Jadwal Turnamen Timnas Indonesia U-19, Ketua PSSI: Tak Masalah

Pendapatan Zoom Meroket di Tengah Pandemi Covid-19, Tembus Rp 9,6 Triliun

Surati PLN, Kementerian ESDM Turunkan Tarif Listrik untuk Pelanggan Tegangan Rendah Non Subsidi

Dia digantikan oleh Mutlaq bin Salim yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala staf atas rekomendasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Penulis sekaligus analis Saudi Ali Shihabi mengatakan, pemecatan terhadap Pangeran Fahad dan Abdulaziz adalah keseriusan Riyadh dalam menangani korupsi.

Kabar yang menimpa komandan top tersebut merupakan babak terbaru negara kaya minyak itu berusaha membersihkan jajarannya dari rasuah.

Dilansir AFP Selasa (1/9/2020), Pangeran Fahad merupakan satu dari sekian banyak pejabat yang 'ditendang' atas dugaan penyuapan di sektor pariwisata.

Pada Maret, Human Rights Watch mengaku khawatir atas kabar penangkapan 298 ofisial Saudi,

di mana mereka berpotensi mendapat ketidakadilan.

Mereka didakwa menerima suap dan penggelapan senilai 379 juta riyal, sekitar Rp 1,4 triliun, menurut badan anti- korupsi Saudi.

Lembaga pengawas tersebut menyatakan, penangkapan itu terjadi setelah mereka menginvestigasi 674 pegawai negara, tanpa menyebutkan pelaku.

Pada 2017, sebuah kampanye anti-korupsi dilancarkan dengan ratusan pangeran, menteri, dan pengusaha ditahan di hotel mewah Ritz-Calrlton.

Kebanyakan mereka ditahan lebih dari tiga pekan, dan dibebaskan setelah mereka menyetujui untuk membayar sejumlah harta.

Manchester United Ngebet Boyong Dayot Upamecano dari RB Leipzig, Opsi Solskjaer untuk Posisi Bek

Anggota dan Simpatisan KKB Pimpinan Purom Wenda Menyerahkan Diri, Mengaku Bergabung karena Diancam

Raffi Ahmad Kini Ingin Investasi, Beli Lapangan dan Dirikan Klub Sepak Bola, Ini Kata Nagita Slavina

Operasi tersebut dipimpin oleh Putra Mahkota MBS, julukan Mohammed bin Salman, dan dipandang sebagai upaya mengukuhkan kekuasaannya.(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Raja Salman Pecat Komandan Pasukan Elit Arab Saudi, Diduga Terima Suap

 

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved