Breaking News:

Sanjiwani

Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Prof. Dr. dr. LK Suryani SpKJ(K), selama 6 bulan dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat dihadapkan pada rasa ketakutan,

Tribun Bali/Noviana Windri
Talkshow Sanjiwani Tribun Bali bersama DR. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana SpKJ(K), MARS dan Prof Dr dr LK Suryani SpKJ(K) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keharmonisan keluarga merupakan kunci untuk mewujudkan keluarga yang bahagia dan harmonis.

Di tengah situasi di tengah pandemi Covid-19, beberapa keluarga mungkin merasa tingkat kebahagiaan menurun hingga keluarga mulai tidak harmonis.

Prof. Dr. dr. LK Suryani SpKJ(K) mengatakan, selama 6 bulan dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat dihadapkan pada rasa ketakutan, kecemasan, kebingungan dengan apa yang terjadi.

"Awal mulanya masyarakat hanya mengeluh takut. Tetapi yang datang ke tempat praktik kami berkonsultasi tentang hubungan dengan anak, beratnya mengurus anak, dan kemudian masalah dengan suami, mertua dan keluarga lainnya. Terakhir justru gangguan jiwa berat mulai muncul," jelasnya.

Menurutnya, jika pemerintah tidak peduli dengan kesehatan mental maka akan bertambah banyak orang-orang yang mengalami gangguan jiwa.

13 Hal yang Akan Terjadi Saat Tak Ada Media Sosial, Benarkah Kita Akan Lebih Bahagia?

5 Arti Mimpi Menangis, Menangis Bahagia Berhubungan Dengan Peristiwa Tak Terduga

Pernah Mengalami Mimpi Digigit Hewan Buas? Digigit Buata Ternyata Pertanda Baik

Sebab banyak orang yang saat ini dalam keadaan ketakutan yang tidak pernah ditangani dan diajarkan cara mengatasinya.

Dari kejadian pandemi Covid-19 ini, Prof. Dr. dr. LK Suryani SpKJ(K) mengajak agar mengambil sisi positif atas apa yang terjadi.

Pertama, kita bisa melihat kembali keluarga setelah sekian lama selalu disibukkan dengan urusan pekerjaan, uang, dan kedudukan tanpa melihat keluarga.

"Jika ingin keluar dari rasa ketakutan dan kebingungan ini, berhenti mengeluh dan terima bahwa ini ujian dari Tuhan," tambahnya.

Sementara, DR. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana SpKJ(K), MARS menjelaskan perlu danya adaptasi dan komunikasi yang baik untuk saling mengerti dan memahami dalam sebuah keluarga di tengah pandemi Covid-19.

Mulai Hari Ini Ambil Dokumen Kependudukan di Denpasar Bisa Pakai GoSend, Bisa Antar Sampai 40 Km

BREAKING NEWS Ular Sanca 3,5 Meter Sembunyi di Sela Kayu Reng Atap Rumah Warga di Kesiman

Redam Kekecewaan Kader, Golkar Bali Akan Turun ke Badung

"Jika tidak berjalan baik, tentu akan mempengaruhi kondisi di lingkungan tetangga, masyarakat, maupun konteks yang lebih besar yaitu negara. Namun sayangnya tidak semuanya memiliki kemampuan adaptasi dan komunikasi yang baik," paparnya.

Namun, untuk menjalani aktivitas di tengah pandemi Covid-19 saat ini seseorang diharapkan dalam keadaan baik, bahagia, dan tanpa rasa ketakutan terlebih dahulu.

Hal lain yang terpenting dalam komunikasi adalah dengan cara menurunkan nilai diri.

Artinya tidak merasa diri paling tahu dan paling mengerti untuk menciptakan keluarga yang harmonis. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved