Breaking News:

Sponsored Content

Buka Workshop Melalui Webinar, Wabup Suiasa Ajak Generasi Muda Lestarikan Bahasa dan Aksara Bali

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan terus berupaya mengoptimalkan peran inklusi sosial perpustakaan dengan memperkuat

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Wabup Suiasa saat membuka acara webinar transformasi perpustakaan dalam mewujudkan pelestarian bahasa dan tulisan Bali dari ruang kerja Rumah Jabatan Wakil Bupati, Senin (7/9/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan terus berupaya mengoptimalkan peran inklusi sosial perpustakaan dengan memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi masyarakat.

Oleh karenanay, Senin (7/9/2020) dilaksanakan webinar pelestarian bahasa dan tulisan Bali.

Dengan adanya webinar tersebut, diharapkan generasi muda Badung mampu melestarikan Bahasa Bali sebagai bahasa ibu di tengah derasnya arus modernisasi di era digital 4.0.

Webinar transformasi perpustakaan dalam mewujudkan pelestarian bahasa dan tulisan Bali yang diikuti oleh guru Bahasa Bali tingkat SD dan SLTP se-Kabupaten Badung itu pun dibuka langsung oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa.

Ibu Muda Dirudapaksa Teman Suami, Lawan Petugas saat Pakai Sangkur

Glodon dan Tunas Jaya Sanur Terapkan BIM Cubicost Dalam Proyek Pasar Umum Gianyar

Kondisi Terkini Jack Brown Pemain Timnas U-19 Indonesia yang Alami Cedera

"Melalui webinar pelestarian Bahasa Bali ini, kita harapkan generasi muda Badung mampu melestarikan memahami dan menguasai Bahasa dan Aksara Bali, untuk menghindari degradasi penggunaan bahasa ibu dan budaya Bali di era globalisasi," ujar Suiasa saat membuka acara dari ruang kerja Rumah Jabatan Wakil Bupati.

Suiasa menambahkan, program perpustakaan ini hadir di tengah masyarakat dan mengubah paradigma, perpustakaan bukan hanya sebagai ruang untuk membaca.

Namun katanya perpustakaan sebuah ruang di mana orang-orang yang hendak mengubah peradaban, pola pikir dan hal lainnya dapat bertemu dan bekerja sama.

"Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan pada pasal 2 menyebutkan bahwa Perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan."

Pakai Busana Celuluk saat Sosialisasi, Wakapolres Jembrana Minta Masyarakat Taat Protokol Kesehatan

Lakukan Promosi Pariwisata di Tengah Pandemi, Dispar Badung Mengaku Gunakan Youtuber

Presiden Jokowi Minta Kemenkes Buat Desain Perencanaan Testing Covid-19 Baik dan Komprehensif

"Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan upaya meningkatkan akses kepada masyarakat agar mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Sehingga terjadi proses belajar yang mendorong kreativitas dan inovasi agar menjadi produktif, bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung Ni Wayan Kristiani melaporkan transformasi perpustakaan merupakan salah satu program perpustakaan berinklusi sosial yaitu peningkatan pelayanan, pelibatan masyarakat dan advokasi.

Untuk Kabupaten Badung, ketiga hal ini dapat diwujudkan salah satunya melalui kegiatan workshop webinar pelestarian bahasa dan tulisan Bali.

Minus Ekonomi Bali Lebih Tinggi dari Nasional, Sekda Bali Dorong Akselerasi Pencairan Dana Hibah

PWNU Bali Gelar Konferwil VII Pengurus Wilayah VII, Generasi Millenial Jadi Ujung Tombak

Kristiani menambahkan webinar diselenggarakan selama 4 hari mulai dari tanggal 7-10 September secara virtual dengan peserta sebanyak 300 orang berasal dari guru Bahasa Bali tingkat SD dan SLTP se-Kabupaten Badung.

"Kami menghadirkan narasumber yang berasal dari dosen Sastra Bali Universitas Udayana, Warmadewa, pengurus IGI Bali, duta bahasa Bali," pungkasnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved