Breaking News:

Polisi Ringkus Pengangguran karena Simpan Narkoba, Ngaku Dapat Pasokan dari Jaringan Dalam Lapas

Satnarkoba Polres Klungkung meringkus Putu Gede Sudiantara alias Meng (23), seorang pengangguran asal Lingkungan Pande Kelurahan Semarapura Kangin,

Istimewa
Satnarkoba Polres Klungkung meringkus Putu Gede Sudiantara alias Meng (jongkok baju putih), karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu, Jumat (4/9/2020) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Satnarkoba Polres Klungkung meringkus Putu Gede Sudiantara alias Meng (23), seorang pengangguran asal Lingkungan Pande Kelurahan Semarapura Kangin, karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu.

Menurut keterangan kepolisian, tersangka Meng mendapatkan narkoba dari jaringan yang masih mendekam di salah satu lembaga permayarakatan di Bali.

Kasat Narkoba Polres Klungkung AKP Dewa Gde Oka menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka (Putu Gede Sudiantara) dilakukan, Jumat (4/9/2020) lalu di seputaran jalan Srikandi IV Semarapura Kelod-Kangin.

Saat digeledah dan interogasi, pada handphone-nya terdapat serangakaian pesan yang diduga kuat terkait transaksi narkoba.

"Berdasarkan data tersebut,  kami menginterogasi tersangka dan menggeledah beberapa tempat," ungkap Dewa Gde Oka, Selasa (8/9/2020).

Indofarma Bakal Impor Rapid Test Berbasis Artificial Intelligence dari UEA, Disebut Lebih Murah

Wujudkan Konektivitas Logistik Nasional, AP Log Tambah Pesawat Kargo

Jadwal & Link Live Streaming Timnas U19 Indonesia vs Kroasia, Mohammad Kanu dan Jack Brown Cedera

Selanjutnya dilakukan penggeledahan di sebuah kamar kost di dekat TKP, dan ditemukan beberapa barang bukti narkoba seberat 0,32 gram bruto atau 0,20 gram netto yang disimpan dalam plastik klip.

Ditemukan pula pipet kaca yang berisi sabu-sabu dengan berat sekitar 0,10 gram.

"Hasil pemeriksaan kami, tersangka sudah lama memakai narkoba. Selain dipakai sendiri, sebagai narkoba ini juga akan dikasi ke orang lain jika ada yang memesannya," jelas Dewa Gde Oka.

Dari hasil pendalaman, diketahui tersangka mendapatkan narkoba dari jaringan yang dikendalikan oleh seorang narapidana yang mendekam di salah satu rutan di Bali.

Duel timnas U19 vs Kroasia Malam Ini, Shin Tae-yong Ungkap Misi Khusus Ini Lawan Raksasa Eropa Timur

Periode Agustus 2020, Trafik Penumpang di 15 Bandara Angkasa Pura I Naik 44,1 Persen

13 Pengacara dari Bali & Jakarta Resmi Dampingi Jerinx, PN Denpasar Tetap Gelar Sidang Secara Online

Tersangka kerap mengambil narkoba di sekitar Bypass Ida Bagus Mantra, dengan sistem tempel.

Dalam beberapa kasus, tersangka memang kerap mengaku mendapatkan narkoba dari jaringan di dalam lapas.

" Jaringan ini masih kami telusuri. Kasusnya juga masih kami dalami terus," ungkapnya.

Dalam kasus tersebut, tersangka terbukti menguasai narkoba  golongan I sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat (1) subsidair pasal 127 huruf a UURI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun maksimal 12 tahun dan denda minimal Rp.800.000.000,- maksimal Rp.8.000.000.000,- (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved