Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Simbol Titik Nol KM Kota Denpasar Rusak, Anggaran yang Dimiliki Terbatas

Simbol titik nol Kota Denpasar yang terletak di sisi utara Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung rusak.

Tayang:
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Simbol titik nol Kota Denpasar yang terletak di sisi utara Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung rusak, Rabu (9/9/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Simbol titik nol Kota Denpasar yang terletak di sisi utara Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung rusak.

Tampak tembaga dan material yang digunakan pada simbol titik nol kilometer (Km) Denpasar itu sudah terkelupas, Rabu (9/9/2020). 

Selain itu, paving yang terdapat di sisi timur Lapangan Puputan Badung juga tampak rusak seperti tidak terawat.

Tak hanya itu, padang rumput yang ada di Lapangan Puputan Badung juga tampak gersang.

Bermain Pedal Go Car di Istana Taman Jepun Denpasar, Olahraga Sambil Lihat 400 Varietas Jepun

Arti Mimpi Dikejar Binatang Buas Pertanda Kesialan, Perceraian, Rezeki hingga Jodoh

Satpol PP Jembrana Tindak Lima Pelanggar Tak Pakai Masker

Dikonfirmasi, Kabid Pertamanan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar, Ida Ayu Trisuci menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mempunyai agenda untuk memperbaiki simbol titik nol tersebut.

Hanya saja, anggaran yang dimiliki saat ini terbatas.

"Kami sudah ketahui bahwa titik nol rusak. Tapi anggarannya masih terbatas, apalagi kondisi pandemi seperti sekarang. Untuk titik nol sudah menjadi agenda kami untuk memperbaiki, karena keterbatasan dana saja,"  kata Dayu Trisuci

Sementara itu, soal paving trotoar yang rusak di sisi timur Lapangan Puputan Badung, Dayu Tri Suci menjelaskan, bahwa itu merupakan kewenangan dari Dinas PU.

"Kami hanya bertanggungjawab pada lapangannya saja, kalau infrastruktur trotoarnya bukan kami, karena di kawasan sana itu adalah jalan sebenarnya," kata Dayu Trisuci

Soal Lapangan Puputan Badung yang tampak gersang, Dayu Trisuci menjelaskan, bahwa setelah new normal, masyarakat banyak yang memanfaatkan Lapangan Puputan Badung untuk bermain layangan, bermain bola dan segala macam.

"Jadi meskipun kami rutin menyiram, karena tiap hari juga diinjak oleh masyarakat rumputnya jadi gersang," kata Dayu Trisuci

Untuk diketahui, simbol titik nol Kota Denpasar tersebut dibuat pada tahun 2015 silam.

Dikutip dari website resmi Pemerintah Kota Denpasar, titik nol Km yang sudah ditetapkan pada zaman Belanda, kembali direvitalisasi oleh Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dengan melakukan penataan dan mempercantik serta mempertegas tulisan titik nol Km tersebut dengan lingkaran berbahan tembaga yang bertuliskan Km. 0.

Titik nol tersebut diresmikan tepatnya pada Sabtu (8/8/2015) silam.

Penataan ini tepat ditengah-tengah sisi utara kawasan Patung Puputan Badung, dengan tulisan tembaga yang terlihat jelas Km. 0.

Beberapa kursi berbahan kayu juga tampak telah tertata rapi yang dapat dipergunakan para pengunjung maupun wisatawan untuk mengabadikan foto maupun berselfie di depan tulisan titik nol Km.

"Titik nol Km Pulau Bali ini ada di pusat perjuangan heroik masyarakat Bali yakni Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung," ujar Walikota Rai Mantra kala itu, usai melakukan penandatanganan prasasti revitalisasi titik nol Km ini.

Lebih lanjut Walikota Rai Mantra mengatakan, Lapangan Puputan Badung sebagai tonggak perjuangan Rakyat Bali melawan penjajah dengan semangat Puputan Badung.

Sehingga bagi masyarakat yang berkunjung dan datang ke Pulau Bali dan berkesempatan mengunjungi Kota Denpasar dapat datang langsung di titik nol Km dan menginjakan kaki untuk mengabadikan dengan kamera foto. 

Bagi wisatawan dan masyarakat yang berkunjung ke Kota Denpasar dan telah menginjakan kaki di titik nol Km ini, menurut Rai Mantra juga mendapatkan spirit semangat hidup, dan berkeinginan berkunjung maupun berwisata kembali ke Pulau Bali dan di Kota Denpasar.

"Berada di kawasan perjuangan rakyat Bali, bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung dan menginjakan kaki di titik nol ini akan mendapatkan spirit hidup, semangat hidup, semangat kerja, dan semangat kesuksesan yang luar biasa," ujar Walikota Rai Mantra.(*).

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved