Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Vaksin Corona Merah Putih Diprediksi Baru Bisa Diproduksi Massal pada Triwulan IV-2021

akan melengkapi vaksin Covid-19 yang awalnya akan didatangkan dari kerjasama dari pihak luar terutama dengan Sinovac, China dan G42

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Pixabay
Ilustrasi penelitian vaksin virus corona. 

TRIBUN-BALI.COM - Vaksin corona produksi dalam negeri atau vaksin merah putih nampaknya belum bisa diproduksi massal dalam waktu dekat.

Ketua Penanggungjawab Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19 Bambang Brodjonegoro memperkirakan vaksin merah putih akan bisa diproduksi secara massal pada triwulan keempat 2021.

"Perkiraannya di triwulan keempat 2021 kita bisa memproduksi dalam jumlah besar

Dan nantinya akan melengkapi vaksin Covid-19 yang awalnya akan didatangkan dari kerjasama dari pihak luar terutama dengan Sinovac, China dan G42 dari Uni Emirat Arab.

Museum Subak Gelar Seminar Permainan Tradisi Agraris, Ada 200 Jenis Permainan Tradisional di Bali

Prestasi Hendro Wicaksono, WNI yang Sudah Jadi Profesor & Dosen Terbaik di Universitas Jacobs Jerman

Pasca Kalah Beruntun di Kroasia, Pelatih Shin Tae-yong Beri Materi Latihan Khusus Pemain Timnas U-19

Harapannya tentunya proses vaksinasi bisa segera dikerjakan," terang Bambang, Rabu (9/9/2020).

Menurut Bambang, saat ini Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman sudah memulai upaya pengembangan bibit vaksin merah putih menggunakan platform protein rekombinan.

"Prosesnya sudah mencapai 50% dari tugas lembaga Eijkman mengembangkan bibit vaksin itu di laboratorium," lanjut Bambang.

Dia juga mengatakan, uji vaksin merah putih pada hewan ditargetkan sudah bisa diselesaikan di akhir tahun.

Dengan begitu, bibit vaksin bisa segera diserahkan ke PT Bio Farma untuk dilakukan formulasi dan produksi dalam rangka uji klinis, baik uji klinis tahap 1, 2 dan 3.

Setelah uji klinis selesai dan Badan Penawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan vaksin itu aman digunakan dan cocok untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap Covid-19, maka produksi massal akan dilakukan oleh PT Bio Farma.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, bibit vaksin merah putih yang dikembangkan menggunakan isolat virus yang berada di Indonesia.

Dengan begitu diharapkan vaksin ini cocok untuk menjaga daya tahan tubuh masyarakat Indonesia terhadap Covid-19.

Bambang menambahkan, saat memberikan laporan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi tadi, Jokowi meminta  Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19 untuk bekerja cepat mengembangkan bibit vaksin merah putih ini.(*)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved