Corona di Bali
1 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 33 Orang
Sabtu (12/9/2020), tercatat 1 orang pasien Covid-19 di Denpasar, Bali, meninggal dunia, sembuh bertambah 20 orang, dan kasus positif 33 orang
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas,” kata Dewa Rai.
Secara kumulatif kasus positif tercatat sebanyak 1.994 kasus, jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar mencapai 1.724 orang (86,46 persen), meninggal dunia sebanyak 31 orang (1,55 persen), dan yang masih dalam perawatan sebanyak 239 orang (11,99 persen).
Diberitakan sebelumnya, kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar, Bali, terus mengalami peningkatan beberapa hari ini.
• Kasus Positif Terus Meningkat, 6 Desa/Kelurahan di Denpasar Zona Orange Covid-19
• Update Covid-19 di Bali: 1.288 Orang dalam Perawatan, 80% Lebih Ruang Isolasi di RS PTN Unud Terisi
• Peneliti Temukan Makan di Restoran Lebih Rentan Tertular Covid-19 Dibanding Tempat Lain
Setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan, kini mulai melonjak.
Hal ini mengakibatkan adanya beberapa perubahan zona yang awalnya zona kuning menjadi zona orange.
Pada Rabu (3/9/2020) lalu, hanya ada satu daerah yang berstatus zona orange, yakni Desa Ubung Kaja, dan kini, Sabtu (12/9/2020), desa/kelurahan yang masuk zona orange sebanyak 6 desa/kelurahan dari 43 desa/kelurahan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.
Adapun desa/kelurahan tersebut, yakni Desa Pemogan, Desa Pemecutan Kelod, Desa Peguyangan Kaja, Desa Sanur Kaja, Kelurahan Pemecutan, dan Kelurahan Pemecutan.
Sementara sisanya masuk zona kuning maupun zona hijau.
"Masyarakat kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata Dewa Rai saat ditanya sebabnya.
Dewa Rai mengatakan daerah yang paling stabil, yakni Kecamatan Denpasar Timur.
"Yang paling stabil berada di Kecamatan Denpasar Timur. Yang lainnya labil, kadang naik kadang turun lagi," katanya.
Selain itu, salah satu pemicu naiknya kasus ini dikarenakan ada klaster upacara keagamaan.
Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan saat pelaksanaan kegiatan keagamaan ini.
"Jangan berkerumun. Kegiatan agama boleh jalan, tapi tetap protokol kesehatan jangan diabaikan," kata Dewa Rai.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-update-covid-19-di-bali15-agustus-2020.jpg)