Ngopi Santai

Teman Tapi Lawan

Dominic Thiem, peringkat ketiga dunia versi ATP, mengawali pertandingan tak semulus yang ia kira.

Penulis: DionDBPutra | Editor: Eviera Paramita Sandi
AFP/AL BELLO via KOMPAS.COM
Petenis Dominic Thiem dari Austria meraih trofi juara US Open 2020 setelah menang tie-breaker pada final tunggal putra melawan Alexander Zverev dari Jerman di USTA Billie Jean King National Tennis Center pada 13 September 2020. 

Panitia US Open menerapkan protokol kesehatan Covid-19 supet ketat untuk mencegah penonton memasuki Billie Jean King National Tennis Center.

Namun sunyinya hingar bingar penonton di seantero tribun tidak menghentikan kedua mantan petenis nomor satu dunia itu menampilkan permainan memukau.

Manakala Osaka merengkuh gelar Grand Slam ketiga, Azarenka malah untuk ketiga kalinya gagal menjuarai US Open setelah runner-up tahun 2012 dan 2013.

Meski demikian tahun ini merupakan perjalanan luar biasa bagi petenis asal Belarus berusia 31 tahun itu. Dia mencapai final turnamen besar pertama dalam tujuh tahun terakhir.

Hebatnya lagi ini merupakan kedua kalinya dalam dua pekan terakhir Azarenka, sang juara dua kali Australia Open dan Osaka bertemu di babak final. Keduanya bertemu di final Western and Southern Open pada 29 Agustus 2020. Saat itu Osaka mundur karena cedera hamstring.

"Saya sebenarnya tak mau lagi melawan Anda di final. Saya tak begitu menikmatinya. Bagi saya ini pertandingan yang sangat berat.," kata Osaka kepada Victoria Azarenka sambil tersenyum saat seremoni penerimaan trofi US Open.

Naomi Osaka tetap menaruh hormat pada Azarenka.

“Sungguh menginspirasi karena saya biasa menonton Anda bermain di sini ketika saya masih muda jadi punya kesempatan bermain melawan Anda adalah benar-benar hebat dan saya belajar banyak," kata petenis kelahiran Osaka, 16 Oktober 1997 tersebut.

Seremoni penyerahan piala malam itu unik demi mematuhi protokol Covid. Kedua petenis mengambil hadiah sendiri dari meja yang diletakkan di lapangan, sementara semua orang berdiri sambil menjaga jarak sosial selama sesi wajib foto.

Seperti yang dia lakukan dalam setiap pertandingan selama US Open 2020, Naomi Osaka muncul dengan paha kiri terikat dan masker wajah bertuliskan nama-nama warga kulit hitam yang jadi korban kebrutalan polisi atau ketidakadilan rasial di negeri Pamam Sam, Amerika Serikat.

Untuk partai final dia mencantumkan nama Tamir Rice, bocah laki-laki berusia 12 tahun yang ditembak polisi pada 2014 saat bermain pistol mainan di playgound.

Naomi Osaka telah menggantikan posisi Serena Williams sebagai petenis berpenghasilan terbanyak sekaligus atlet berpengaruh di dunia.

Setelah kerusuhan mengguncang Amerika Serikat menyusul insiden penembakan polisi terhadap pria kulit hitam Jacob Blake di Kenosha, Wisconsin empat pekan lalu, Naomi muncul dari semifinal Western and Southern Open sambil unjuk protes. Protes sangat keras atas kebrutalan petugas negara itu.

Tour tenis putra dan putri meresponnya. Mereka menunda semua pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada hari protes selama 24 jam dan membujuk Naomi Osaka agar mengikuti pertandingan yang sudah
dijadwal ulang.

Mengambil sikap tegas sebagai aktivis, petenis berusia 22 tahun itu sudah menyampaikan pendapatnya yang didengar dunia.

Victoria Azarenka yang mengakhiri upaya Serena Williams dalam menyamai rekor gelar Grand Slam ke-24 di babak semifinal, membawa momentum kemenangan ke final pada set pertama yang nyaris tanpa cela.

Victoria Azarenka enteng mematahkan perlawanan Naomi pada set pembuka hanya dalam waktu 27 menit.

Seandainya penonton dibolehkan berada di Stadion Arthur Ashe, mereka pasti terpana oleh momen-momen saat Azarenka yang mengamuk lagi untuk mematahkan Osaka sampai memimpin 2-0 di set kedua.

Tetapi si gading Jepang Naomi Osaka tidak kehilangan ketenangannya.

Setelah tidak mencatat satu pukulan Ace pada set pembuka, Naomi Osaka yang merupakan jago servis, perlahan mulai bangkit pada set kedua.

Dia melepaskan lima Ace sambil membantu dirinya untuk tiga break dalam perjalanan menyamakan kedudukan set kedua. Pada set ketiga Osaka berbalik menekan yang membuat Azarenka kebingungan.

Naomi Osaka pimpin 3-1. Azarenka berusaha menunjukkan semangat juangnya sampai kedudukan 3-4 tetapi Naomi Osaka sudah tak terbendung lagi.

Menurut catatan Reuters, ini pertama kalinya sejak Arantxa Sanchez-Vicario pada 1994, pemain yang kehilangan set pertama dalam final tunggal putri bisa berbalik menang guna merengkuh gelar juara.

Naomi memang hebat.

Siapakah Naomi Osaka?

Lahir dari rahim seorang ibu asal Jepang dan ayah dari Haiti, Naomi sangat mengidolakan juara Grand Slam 23 kali Serena Williams. Ayah ibunya membawa dia pindah New York saat berusia tiga tahun dan beralih ke tenis profesional tahun 2013 saat dia berumur 15 tahun.

Naomi bermain untuk pertama kalinya dalam undian utama turnamen WTA di Stanford pada tahun 2014. Mengalahkan Sam Stosur pada babak pertama sebelum menyerah atas Andrea Petkovic.

Dia menjalani debut Grand Slam sebagai petenis kualifikasi Australia Open pada 2016 dengan mengalahkan Elina Svitolina pada babak kedua sebelum dikalahkan Victoria Azarenka.

Berhasil masuk daftar 100 besar petenis putri dunia untuk pertama kalinya pada April 2016 dan memuncaki 50 besar dalam tahun yang sama.

Dinobatkan sebagai "Pendatang Baru Terbaik" WTA 2016 setelah maju ke babak ketiga dalam tiga Grand Slam dan mencapai final WTA pertama.

Naomi Osaka meraih gelar WTA pertama pada Maret 2018 di Indian Wells setelah mengalahkan Maria Sharapova, Karolina Pliskova dan Simona Halep.

Akhirnya dia sukses mengalahkan sang idola, Serena Williams di inal US Open 2018 untuk merebut gelar Grand Slam pertama dan finis tahun itu sebagai peringkat keempat dunia.

Naomi terus bersinar. Dia mengalahkan Petra Kvitova pada final Australia Open 2019 untuk menjadi petenis pertama sejak Jennifer Capriati pada 2001 yang menjuarai kembali Grand Slam.

Mengingat usianya masih tergolong belia, Naomi Osaka akan terus berjaya di panggung dunia pada tahun-tahun mendatang. (dion db putra)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved