Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

KBRI Moskow Jembatani Kerja Sama Sektor Energi Indonesia dan Rusia

Pasokan energi di Indonesia dan Rusia selama ini memang masih didominasi oleh energi fosil.

Editor: Kander Turnip
Kedubes RI Moskow
Wakil Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Azis Nurwahyudi membuka acara webinar bertajuk Memanfaatkan Potensi Kerja Sama Energi Indonesia-Rusia yang digelar di KBRI Moskow, Rusia, Senin (21/9/2020). 

KBRI Moskow Jembatani Kerja Sama Sektor Energi Indonesia dan Rusia

TRIBUN-BALI.COM, MOSKOW - Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar di sektor energi karena didukung oleh karakteristik konsumsi energi yang mirip.

“Sebagai upaya untuk memanfaatkan potensi yang besar tersebut dan guna mendukung kinerja diplomasi ekonomi, KBRI Moskow menyelenggarakan webinar energi antara pelaku usaha Indonesia dan Rusia” ujar Azis Nurwahyudi, Wakil Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus.

Hal tersebut mengemuka pada webinar dengan tema “Memanfaatkan Potensi Kerja Sama Energi Indonesia-Rusia” yang diselenggarakan, di Moskow, Rusia, Senin (21/9/2020).

Sebanyak 85 peserta perwakilan dari pihak pemerintah, pelaku bisnis di sektor energi serta akademisi Indonesia dan Rusia berpartisipasi pada webinar tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan 70 tahun hubungan Indonesia-Rusia.

Dalam sambutannya, Duta Besar Ngurah Swajaya, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI menekankan perlunya kolaborasi untuk mendorong diversifikasi pasokan energi sebagai kunci ketahanan dan kemandirian energi nasional untuk menghadapi ancaman pandemi Covid-19 dan kemungkinan disrupsi lain di masa mendatang.

Pasokan energi di Indonesia dan Rusia selama ini memang masih didominasi oleh energi fosil.

“Penggunaan energi fosil yakni migas dan batubara mencakup 69 persen konsumsi energi di Indonesia. Hal ini serupa dengan Rusia dimana 75 persen konsumsi energi berasal dari gas dan batubara,” kata Dirjen Ngurah.

Wakil Presiden Business Russia, Nonna Kagramanyan menyambut baik penyelenggaraan webinar ini dan mendorong kerja sama Indonesia-Rusia di bidang energi.

“Rusia merupakan mitra yang tepat bagi Indonesia untuk pengembangan sumber energi alternatif dan energi terbarukan,” ujar Nonna.

Webinar yang dimoderatori oleh Cahya Sumaningsih, Diplomat Muda KBRI Moskow, menghadirkan 3 (tiga) narasumber, yaitu Aditia Prasta, Kepala Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) London, Toronota Tambun, Pakar Energi Indonesia dan Maxim Zargonov, Direktur MKS Group.

Kepala Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) London, Aditia Prasta, mengatakan, Indonesia memiliki kepentingan dalam pengembangan energi terbarukan

“Indonesia saat ini memiliki target 23 persen energi baru dan terbarukan pada tahun 2025, sesuai dengan amanat Rencana Umum Energi Nasional (RUEN),” sahutnya.

Di sisi lain, Toronata Tambun, pakar energi Indonesia mengatakan, di masa yang akan datang Indonesia masih akan memiliki kebutuhan yang besar pada energi fosil.

Sehingga tidak bisa hanya bergantung pada energi baru dan terbarukan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved