Breaking News:

Pilkada Serentak

Paket Amerta Adaptasi Kampanye Virtual di Pilkada Denpasar, Maksimalkan Peran Relawan & Simpul Massa

Pun begitu, ia mengaku pihaknya harus beradaptasi dengan pola kampanye virtual di masa pandemi Covid-19 ini.

Tribun Bali/Ragil Armando
Pasangan Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertanegara (Amerta) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Calon Walikota Denpasar nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra mengaku pasangan Amerta siap untuk menjalankan kampanye di Pilkada Kota Denpasar nanti.

Pun begitu, ia mengaku pihaknya harus beradaptasi dengan pola kampanye virtual di masa pandemi Covid-19 ini.

"Jujur tumben, tapi yang utama ya kesehatan," katanya saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2020).

Ia juga menyebutkan bahwa kampanye konvensional juga tidak akan ditinggalkan oleh pasangan Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertanegara (Amerta).

Kasus Demam Berdarah di Buleleng Tembus 3.290 Orang

Pjs Bupati Badung Akan Berkantor di Ruang Asisten, Inginkan Sesuatu yang Sederhana

Buntut Kasus Dugaan Penelantaran Pasien Covid-19, Manajemen RS Bali Med Buleleng Lakukan Investigasi

Hanya saja, ia menyebutkan bahwa pihaknya hanya menyasar simpul-simpul massa pendukung seperti para tokoh masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Kami juga mempersiapkan, karena sekarang setiap pertemuan wajib memberitahukan surat ke kepolisian dan Bawaslu, dan pertemuan di simpul saja, di tokoh-tokoh, karena Covid masih tinggi di Denpasar, kami takut tidak bisa menjaga jarak atau mengatur di ruangan itu," tegas dia.

Apakah pihaknya khawatir pesan kampanye dan visi-misi Amerta tidak tersampaikan secara maksimal ke masyarakat, pria yang juga pengusaha ini mengaku tidak khawatir.

Pasalnya, pihaknya juga telah memiliki relawan-relawan militan di setiap Banjar se-Denpasar.

Melalui para relawan tersebut,  pihaknya akan mengoptimalkan jejaring media online dalam melakukan komunikasi dan sosialisasi visi misi kepada masyarakat.

"Tentu kita ada relawan di setiap simpul di Banjar-banjar, di dadia-dadia, persekutuan-persekutuan, perkumpulan, persatuan ini dan itu, supaya pesan kami sampai ke sana," tegasnya

Agar komunikasi tetap terjaga dan terjalin dengan baik, maka salah satu cara guna meminimalisir bertemu langsung atau bertatap muka, pemanfaatan media sosial tentu menjadi cara efektif dan efisien dalam berkampanye ditengah pandemi Covid-19.

“Sebisa mungkin komunikasi dan sosialisasi akan kami maksimalkan lewat daring, media sosial.

Karena Paket Amerta sangat komit untuk menjaga dan menciptakan pilkada yang sehat dan aman dari penyebaran covid-19, ini kami jaga betul sehingga masyarakat bisa tetap sehat dan terhindar dari virus corona,” ujarnya.

Ngurah Ambara juga berharap, seluruh tahapan Pilwali bersama-sama seluruh penyelenggara pemilu, pasangan calon, tim pemenangan, relawan, pendukung dan seluruh masyarakat Kota Denpasar menjaga dan menerapkan protokol kesehatan cegah covid-19.

Ada apa dengan Gatot Nurmantyo? Kian Mengemuka Setelah Ungkap Dicopot karena Film G30S PKI

Jerinx SID Ditahan, Begini Kondisi Bagi-bagi Nasi Gratis di Twice Bar Kuta

Hari Pertama Kampanye, Jaya-Wibawa Tegaskan Komitmen Kampanye dengan Prokes Ketat

“Dalam kondisi ini, tentu tidak ada untungnya mengumpulkan orang banyak-banyak. Jangan sampai nantinya malah menimbulkan klaster baru. Bisa saja menyebabkan tidak mendapat simpati dari masyarakat nantinya,” tutupnya. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved