Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Sebelum Menikah
Memutuskan diri untuk membangun rumah tangga bukan hanya soal kesiapan mental dan finansial, namun juga tentang kesehatan reproduksi
Penulis: Noviana Windri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Memutuskan diri untuk membangun rumah tangga bukan hanya soal kesiapan mental dan finansial.
Namun juga tentang kesehatan reproduksi demi menyiapkan kehamilan ya, Tribunners.
Terlebih menurut para ahli, masa emas pertama kesuburan seorang wanita adalah rentang usia 20-24 tahun.
Sedangkan masa emas kedua adalah rentan usia 25-29 tahun.
Sedangkan pada pria tingkat kesuburan tidak berpengaruh pada usia.
Namun, biasanya mulai berkurang sekitar umur 40-45 tahun.
• Kasus Demam Berdarah di Buleleng Tembus 3.290 Orang
• Pentingnya Peran Fahmi Al Ayyubi di Sistem Permainan Coach Teco
• BREAKING NEWS - Ditemukan Potongan Mirip Kaki di Pantai Perancak, Kuta Utara
dr. Rinto Riantori, Sp. OG menjelaskan bagi pasangan yang hendak menikah sebaiknya melakukam premarital konseling atau konseling sebelum menikah.
Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana menjalani pernikahan, mempunyai keturunan, skrinning rahim dan sperma, bahaya dalam kehamilan, serta perawatan anak yang akan dilahirkan.
"Namun di negara kita, premarital konseling belum berjalan sempurna. Intinya, untuk mempercepat mendapatkan keturunan, lakukan pemeriksaan rahim dengan USG (apakah ada kelainan atau tidak), 3 bulan sebelum menikah dianjurkan olahraga teratur, makan yang bergizi, dan mengkonsumsi asam folat, anti oksidan, vitamin D3, cara ini untuk mempersiapkan kehamilan," jelasnya dalam Kulwapp Berani Berencana 4 pada Minggu (27/9/2020).
Beberapa cara menjaga organ seksual dan reproduksi di antaranya adalah:
• Meski Ada Dorongan dari Polri, Pemprov Bali Belum Terbitkan Aturan Protokol Kesehatan Melalui Perda
• Update Covid-19 Denpasar 28 September: 2 Orang Meninggal, Kasus Positif 32 Orang & 39 Pasien Sembuh
• Cegah Pilkada Jadi Klaster Covid-19, Polres Badung Monitor Perkembangan Situasi
1. Bersihkan organ intim dengan benar dari depan ke belakang dengan menggunakan air bersih dan dikeringkan menggunakan handuk.
2. Sering ganti celana dalam minimal 2 kali sehari
3. Gunakan celana dalam berbahan sintetis (katun) yang dapat menyerap keringat dan tidak terlalu ketat
4. Khusus untuk perempuan ganti pantyliner setiap 2 jam sekali, jangan menggunakan cairan pembilas vagina
5. Bagi perempuan yang sering keputihan, berbau, dan berwarna harap memeriksakan diri ke petugas kesehatan
6. Konsumsi makanan sehat
7. Hindari rokok dan alkohol
8. Olahraga teratur
9. Dianjurkan untuk sunat bagi laki-laki
10. Hindari stress
11. Berperilaku seksual secara sehat
12. Segera periksakan diri ke dokter bila ada keluhan dengan organ reproduksi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/demi-kesehatan-reproduksimu-kenali-4-hal-menarik-tentang-siklus-menstruasi-ini.jpg)