Pedagang Pantai Kuta Masih Menutup Lapak Dagangan
Hanya terlihat beberapa pedagang pasar seni bermain hape dan tidur-tiduran menikmati angin sepoi-sepoi. Tak banyak pengunjung pantai yang datang.
Penulis: Rizal Fanany | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Suasana lengang terlihat di Pantai Kuta, Badung, Senin (28/9/2020).
Hanya terlihat beberapa pedagang pasar seni bermain hape dan tidur-tiduran menikmati angin sepoi-sepoi.
Tak banyak pengunjung pantai yang datang.
Made Agus, salah satu pemilik kios mengatakan semenjak diberlakukannya new normal Pasar Seni Kuta lumayan banyak kunjungan tamu domestik. Tetapi memasuki Agustus kembali sepi.
• Warga Tanjung Benoa Kembali Dirikan Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Ada Apa?
• Jawaban TVRI Kelas 1-3 SD: Membandingkan dan Mengurutkan Benda dan Bilangan
• Shin Tae-yong Mengaku Belum Puas dengan Permainan Timnas U19 Setelah Menang Kontra Dinamo Zagreb
"Awal new normal lumayan ada saja rata-rata tamu lokal, tapi semakin ke sini tambah sepi", ungkapnya.
Dia menceritakan warung-warung yang berada di tepi pantai dan persewaan papan surfing mulai akhir Maret dan terdampak pandemi Covid-19 sudah tidak membuka lapak.
" Kalau warung-warung yang di pantai sama persewaan papan surfing dari Maret kalau gak salah setelah Nyepi sudah tutup hingga saat ini". Jelasnya.
Dia kerap membantu temannya yang memiliki persewaan papan surfing.
"Kadang saya bantu teman di sini yang punya papan surfing, mengecek papan surfing agar tidak terbengkalai. Selama pandemi ini nol rupiah untuk pendapatan dari sewa papan surfing", ujarnya.
• Jadwal Belajar dari Rumah Selasa 29 September 2020, Ada Statistika Menemukan Rata-Rata
• Upaya Melestarikan Hewan dan Tumbuhan yang Hampir Punah, Jawaban TVRI Kelas 4-6 SD
• Jadwal & Streaming Belajar dari Rumah TVRI 29 September 2020, Ada Hewan dan Tumbuhan Langka
Dia bersama anak istrinya bertekad membuka kios dagangan di pasar seni agar tetap berpenghasilan walaupun di masa sekarang kunjungan wisatawan kembali sepi.
"Kalau penghasilan gak menentu kadang seminggu 50 ribu seratus ribu, gak mesti juga. Daripada di rumah jenuh mending buka kios sekalian nikmati pantai" tambahnya.
Dari pantauan Tribun Bali, hampir seluruh lapak di pinggir Pantai Kuta yang biasa menyewakan tempat bersantai dan menjual aneka soft drink terlihat tutup, beda dengan di kawasan Pantai Legian masih tampak ada beberapa pedagang yang masih berjualan di tepi pantai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-lengang-terlihat-di-pantai-kuta-badung.jpg)