Harga Kembali Turun, September Bali Kembali Deflasi
Provinsi Bali pada September 2020, kembali mengalami deflasi, setelah sebelumnya pada dua bulan berturut-turut mengalami deflasi pada Juli dan Agustus
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Provinsi Bali pada September 2020, kembali mengalami deflasi, setelah sebelumnya pada dua bulan berturut-turut mengalami deflasi pada Juli dan Agustus 2020.
Penurunan harga, kembali terjadi pada kelompok makanan bergejolak (volatile food) dan harga barang yang diatur pemerintah (administered prices).
“Adapun kelompok inflasi inti (core inflation) masih tercatat meningkat,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kamis (1/10/2020).
Penurunan harga paling signifikan, kata dia, tercatat pada komoditas daging ayam ras, tarif angkutan udara, lemari pakaian, tomat, dan bawang merah.
• Tim Pakar Satgas: Bukan Kutukan, Jangan Kucilkan Pasien Covid-19
• Cegah Klaster Baru Tempat Kerja, 3 Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Corona di Lingkungan Industri
• Menteri Terawan Sebut Tenaga Medis dan Pekerja Berusia 18-59 Tahun Dapat Prioritas Vaksin Covid-19
Berdasarkan perhitungan dari data inflasi Kota Denpasar dan Singaraja, yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik provinsi Bali, pada September 2020 Provinsi Bali mengalami deflasi sebesar 0,11 persen (mtm), lebih dalam dibandingkan deflasi nasional sebesar 0,05 persen (mtm).
“Deflasi juga terjadi pada kota Denpasar sebesar 0,16 persen (mtm), sedangkan kota Singaraja mencatat inflasi sebesar 0,27 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi Bali tercatat sebesar 0,95 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan nasional sebesar 1,42 persen (yoy),” sebutnya.
Kelompok volatile food, mengalami deflasi sebesar 1,43 persen (mtm), masih terkontraksi namun lebih terbatas jika dibandingkan Agustus 2020 (minus 2,01 persen) mtm.
• Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah 11 Orang, Meninggal Satu Orang
• Perawatan Wajah di Klinik yang Ampuh Mengatasi Maskne
• 14 Pasien Covid-19 di Tabanan Dinyatakan Sembuh, Total Pasien Sembuh Mencapai 463 orang
“Penurunan terdalam berlanjut untuk komoditas daging ayam ras, tomat, dan bawang merah,” kata pria yang juga Wakil Ketua TPID Bali ini.
Turunnya harga daging ayam ras, disebabkan pasokan DOC dan ayam yang tinggi, di tengah permintaan yang masih lemah.
Penurunan harga tomat dan bawang merah, seiring adanya panen raya yang jatuh pada September dan diprakirakan masih berlanjut hingga Oktober mendatang.
Kelompok barang administered price, mencatat deflasi sebesar minus 0,30 persen (mtm).
Penurunan tekanan harga pada kelompok ini, disebabkan turunnya tarif angkutan udara dan angkutan kota.
Turunnya harga angkutan kota, sejalan dengan subsidi BBM yang diberikan pemerintah serta penurunan mobilitas masyarakat, seiring peningkatkan penyebaran Covid-19.
• Syarat Khusus Manny Pacquiao Jika Duel dengan Conor McGregor
• Update Covid-19 di Denpasar, 1 Oktober: Kasus Positif Bertambah 34 Orang, 26 Pasien Sembuh
• Cerita Udin TKI yang Tinggal di Malaysia Selama 35 Tahun, Dipulangkan karena Tak Punya Paspor
“Adapun penurunan harga tiket pesawat, merupakan satu upaya yang dilakukan maskapai guna meningkatkan jumlah penumpang,” imbuhnya.
Walau demikian, kata Trisno, kelompok barang core inflation, pada September 2020 mencatat inflasi sebesar 0,23 persen (mtm), melandai dibandingkan Agustus tercatat inflasi sebesar 0,34 persen (mtm).
Tekanan inflasi ini, terjadi terutama pada canang sari, ayam goreng, dan vitamin. Peningkatan harga canang sari dan ayam goreng, disebabkan adanya Hari Raya Galungan dan Kuningan pada September.
“TPID kabupaten/Kkota dan Provinsi Bali, terus berupaya menjaga kestabilan pasokan dan harga di masyarakat,” imbuhnya.
TPID terus melakukan upaya dan inovasi, meningkatkan penyerapan komoditas pertanian. Utamanya komoditas hortikultura dengan berbagai program, antara lain Pasar Gotong Royong.
“Bank Indonesia terus mendorong digitalisasi pemasaran produk pertanian, melalui platform digital di antaranya melalui market place lokal guna menahan laju penurunan harga produk pertanian,” tegasnya.
Berdasarkan proyeksi Bank Indonesia, pada Oktober 2020, inflasi akan tetap terkendali.
“Ke depan, Bank Indonesia tetap berkolaborasi bersama TPID kabupaten/kota dan Provinsi Bali, agar laju inflasi dan kestabilan harga di masyarakat tetap terus terjaga,” imbuh Trisno. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-perwakilan-bank-indonesia-provinsi-bali-trisno-nugroho-4.jpg)