Harga Bunga Pacar Anjlok, Beredar Kabar Petani di Badung Buang Hasil Panen untuk Dijadikan Pupuk

Salah satu petani bunga pacar di wilayah Badung kabarnya membuang hasil panennya lantaran harga jual anjlok.

Istimewa
Sebuah foto bunga yang dijadikan pupuk viral di media sosial 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Salah satu petani bunga pacar di wilayah Badung kabarnya  membuang hasil panennya lantaran harga jual anjlok.

Bunga pacar yang terbuang itu pun sempat viral di media sosial (medsos).

Foto bunga itu diunggah Kamis (1/10/2020) lalu oleh akun "infomengwi" terlihat bunga pacar yang masih segar ditaburkan sebagai pupuk.

Dalam unggahan tersebut berisi dengan keterangan foto "begini nasib petani bunga pacar (pacah) di daerah Sembung, Mengwi. Bunga yang sangat bagus dan baik untuk canang, karena kondisi sekarang, hanya dijadikan sebagai pupuk organik. Semoga ada solusi bagi mereka-mereka yang berjuang di tengah pandemi seperti ini"

Besok, Pendaftaran Beasiswa LPDP 2020 Dibuka, Dibagi Menjadi 2 Kategori Ini

Satlantas Polres Jembrana Bagikan Ratusan Stiker dan Sosialisasi Patuh Pakai Masker

Zumi Zola Dikabarkan Sakit Parah hingga Tak Bisa Melihat, Berikut Ini Klarifikasi Mantan Istri

Kadis Pertanian Badung, I Wayan Wijana saat dikonfirmasi Senin (5/10/2020) mengaku belum mendapat laporan adanya petani bunga yang membuang hasil panennya.

Kendati demikian, dirinya tetap melakukan pengecekan dan meminta jajarannya menelusuri kebenaran informasi tersebut.

“Kami sudah sempat melakukan penelusuran. Bahkan dari penelusuran kami tidak ada petani yang membuang bunga ini, karena masih ada harga,” ungkapnya.

Kendati demikian dirinya mengira kemungkinan bunga itu dibuang oleh pedagang yang membeli saat harga lebih mahal dari harga sekarang dan kondisinya sudah tidak segar lagi.

Dirinya juga menyadari jika harga bunga pacar kini anjlok pasca hari Raya Kuningan.

Gelar Sidak, Satpol PP Tabanan Sebut Kesadaran Masyarakat Gunakan Masker Sudah Membaik

Pengaruh Alkohol, Pria Asal Malang Meninggal Setelah Alami Kecelakaan di Jalan Dewata Denpasar

7 Pertanyaan Terkait Corona dan Jawabannya, Apakah Saya Terinfeksi Covid-19 atau Flu?

Lanjut dijelaskan, berdasarkan informasi harga pasar bunga pacar ditingkat petani saat ini bekisar Rp 3.000 per Kg hingga Rp 5.000 per Kg. Sedangkan, saat hari raya bisa mencapai Rp 25.000.

“Harga bunga pacar kebetulan saat ini permintaan kecil, karena upacara keagamaan baru saja berlalu otomatis harga akan turun. Biasanya harga bunga meningkat menjelang hari raya,” ujarnya.

Pihaknya juga mengakui, harga pertanian sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar, sehingga sulit untuk dikontrol.

“Memang harus kami akui fluktuasi produk pertanian  itu sangat tinggi. Jika permintaan tinggi harga akan meningkat,” pungkasnya.

Seperti diketahui pasca hari raya kuningan, bunga pacar yang banyak diminati masyarakat harganya tembus sampai Rp 40 ribu per kilo. 

Terlibat Kecelakaan dengan Dagang Sate di Klungkung, Jro Mangku Meninggal Alami Cedera Kepala Berat

Kapolri Beri Kejutan Kue Bertuliskan Dirgahayu TNI Untuk Panglima Hadi Tjahjanto

Gugus Tugas Covid-19 Denpasar Sebut Hanya Pasien Bergejala yang Dites Swab

Hal itu pun dikatakan Petani Bunga Ni Made Murdani, (40) saat ditemui di kebunnya, sebelum Hari Raya Kuningan

Petani bunga pacar asal Banjar Bantas, Desa Sibang Gede, Abiansemal, Badung  itu mengungkapkan pasca hari raya Galungan harga bunga pacar perkilonya Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu.

“ Harga bunga itu sesuai kondisi bunga, dan kebutuhan pasar,” ungkap Made Murdani. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved