Breaking News:

Penanganan Covid

Gelar Sidak, Satpol PP Tabanan Sebut Kesadaran Masyarakat Gunakan Masker Sudah Membaik

Kasat Pol PP Tabanan, I Wayan Sarba menyatakan, sejak diterapkannya sanksi denda Rp 100 ribu bagi warga yang tak bermasker, kesadaran masyarakat untuk

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat tim gabungan melakukan sidak masker dan sarana protokol kesehatan di pasar dan perkantoran wilayah Desa Dauh Peken, Tabanan, Senin (5/10/2020) siang. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sejak digelarnya kegiatan sidak sebagai implementasi dari Perbup 44 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru, tim gabungan yang terdiri dari unsur Satpol PP, Polri, dan TNI telah memberikan denda terhadap 34 orang orang warga tanpa masker.

Selain itu juga memberikan ratusan teguran kepada puluhan warga yang dikenakan sanksi sosial dan fisik.

Kemudian juga sudah mendapati satu tempat usaha yang kebetulan tak menyediakan sarana prasarana protokol kesehatan.

Kasat Pol PP Tabanan, I Wayan Sarba menyatakan, sejak diterapkannya sanksi denda Rp 100 ribu bagi warga yang tak bermasker, kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker sudah sangat membaik.

Dapat Dukungan PKS, Jaya-Wibawa Optimis Menang 70 Persen di Pilkada Denpasar

Pengaruh Alkohol, Pria Asal Malang Meninggal Setelah Alami Kecelakaan di Jalan Dewata Denpasar

7 Pertanyaan Terkait Corona dan Jawabannya, Apakah Saya Terinfeksi Covid-19 atau Flu?

Namun, masyarakat saat ini masih kerap masih keliru dalam hal cara penggunaan masker. Contohnya seperti masih banyak warga yang menggunakan masker namun tak menutupi hidung dan mulut.

Sarba menyebutkan, kegiatan sidak yang dilaksanakan Senin (5/10/2020) ini sudah mulai menyasar pasar dan perkantoran.

Dari sidak yang dilakukan, satu orang didenda karena tak menggunakan masker.

Selain itu, satu tempat usaha juga ditemukan tak menyedialan sarana protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

"Hari ini ada satu orang yang tanpa masker sudah didenda dan beri edukasi. Kemudian satu tempat usaha kedapatan tak menyediakan sarana protokol kesehatan," ungkap Sarba, Senin (5/10/2020).

Tiga Pasangan ABG gelar Pesta Seks ditengah Pandemi Covid-19, 4 Hari Tak Keluar Rumah

Teknik Mesin Unud Beri Edukasi Terkait Aplikasi Teknologi Pengolahan Sampah Organik Berbasis TOSS

Suasana Nataru, Kepala Terminal Inginkan Renovasi Terminal Mengwi Rampung Sebelum Akhir Desember

Dia melanjutkan, saat ini tim gabungan sudah mulai menyasar pasar dan perkantoran. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk pendisiplinan kepada mereka yang ada di tempat umum dan perkantora.

Terutama untuk mengantisipasi adanya klaster-klaster baru.

"Kami sudah mulai menyasar perkantoran saat ini. Karena kami harap perkantoranlah bisa menjadi contoh tertib masker dan penerapan prokesnya agar penyebaran virus ini bisa terputus dan tak menimbulkan klaster baru," katanya.

Dia menegaskan, kegiatan yustisi sebagai wujud penegakan Perbup 44 tahun 2020 ini bukan mengarah ke denda kepada warga, melainkan lebih menekankan pendisiplinan masyarakat.

Putuskan Berkoalisi dengan PDIP Dukung Jaya-Wibawa di Pilkada Denpasar, Ini Alasan PKS

Paulo Sergio Resmi Mengundurkan Diri dari Bali United, Saya Cinta Bali United

Usai Kalah Mengenaskan dari Aston Villa, Kiper Baru Liverpool Turut Mendapat Sorotan Tajam

Pendisiplinan serta edukasi kepada masyarakat menjadi hal utama dalam kegiatan yustisi tersebut.

"Saya tegaskan bukan ke masalah dendannya, tapi lebih ke edukasi dan pensiplinan masyarakatnya. Dari hari ke hari disiplin masyarakat sudah sangat baik namun tetap perlu ditingkatkan lagi. Sampai saat ini sudah ada 34 orang tak bermasker yang didenda," tegasnya.

Disinggung mengenai banyaknya pertanyaan warga mengenai uang hasil denda sidak masker tersebut, Sarba menyatakan gasil denda masker maupun sarana prokes ini dipungut oleh PPNS dan kemudian disetor ke kas daerah.

"Kami tegaskan kembali, kegiatan yustisi ini lebih ke pendisiplinan masyarakatnya bulan dendanya. Karena tujuan dari sidak adalah agar masyarakat disiplin menerapkan 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan men jaga jarak). Kalau untuk semua denda dari masyarakat dipungut oleh PPNS lalu disetor ke khas daerah. Jadi bukan kita itu (mememungut)," tandasnya. (*)

Mari cegah dan perangi persebaran Covid-19. Tribun Bali mengajak seluruh Tribuners untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat Pesan Ibu: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Men jaga jarak

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved