Breaking News:

Dampak PSBB Jakarta, Penumpang ke Bali Pada September Melalui Bandara Ngurah Rai Menurun

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Herry A.Y. Sikado menyampaikan dari total penumpang

Communication PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali
Penumpang domestik di Bandara Ngurah Rai 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Herry A.Y. Sikado menyampaikan dari total penumpang rute domestik yang dilayani pada bulan September lalu mayoritas merupakan penumpang rute Jakarta.

Di mana separuh dari jumlah total penumpang pada periode sepanjang bulan September kemarin berasal dari Jakarta.

"Per tanggal 14 September lalu, mulai diberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut praktis berdampak besar terhadap rute ini,” ujar Herry, Kamis (8/10/2020) melalui keterangannya.

Dari 177.088 penumpang rute domestik bulan September 2020, sebanyak 76.291 jiwa atau 43 persen di antaranya adalah penumpang rute dari/ke Jakarta.

Kedatangan Elkan Baggot Bisa Ancam Posisi 2 Bek Asal Bali di Timnas U-19

Rencana Hanya di Depan Kampus Unud, Mahasiswa Bingung Sampai Ada yang ke Kantor Dewan 

11.464 Keluarga Penerima Manfaat Dapat Bantuan Beras Tambahan, Diberikan 45 Kg Selama 3 Bulan

Jumlah penumpang rute ini turun cukup tajam jika dibandingkan dengan catatan di bulan Agustus 2020, di mana sebanyak 89.612 penumpang lalu lalang Jakarta-Bali, atau turun sebesar 14,9 persen.

Sedangkan untuk jumlah penumpang rute domestik selain rute dari/ke Jakarta di bulan September 2020 justru mengalami pertumbuhan jika dibandingkan dengan catatan di bulan Agustus 2020, yaitu tumbuh sebesar 22,2 persen.

Karena Overdosis Obat, Mike Tyson Pernah Dianggap Meninggal oleh Istrinya

Ditengahi Sejumlah Instansi, Kisruh Desa Adat Jro Kuta Pejeng Diminta Diselesaikan secara Adat

“Jika dirinci lagi, jumlah penumpang rute Jakarta-Bali dan sebaliknya sehari pasca penetapan status PSBB pada tanggal 15 September hingga tanggal 7 Oktober, tercatat sebanyak 51.882 penumpang yang terlayani, turun 27 persen dibandingkan dengan periode dua minggu sebelum penetapan PSBB, yaitu pada tanggal 23 Agustus hingga 14 September, dengan total 70.641 penumpang," imbuhnya.

"Dapat kami simpulkan penetapan status PSBB di Jakarta cukup memberi imbas terhadap jumlah penumpang yang kami layani, khususnya rute dari/ke Jakarta,” ungkap Herry.

Valentino Rossi Dianggap Gagal Curi Peluang Juara Dunia Tahun Ini Tanpa Marquez

Nekat Jadi Pengedar Sabu, Fitri Pasrah Dihukum 10 Tahun Penjara

Tulisan Dewan Perwakilan Rakyat Diubah, Situs DPR dpr.go.id Sempat Diretas, Begini Kata Menkominfo

Ia menambahkan untuk rute domestik non-Jakarta tetap mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Tentunya hal ini juga merupakan catatan yang baik.

Terlepas dari fluktuasi jumlah penumpang yang kami layani, komitmen kami tetap sama dari waktu ke waktu, yaitu tetap memberikan kualitas layanan terbaik kepada seluruh penumpang, serta tetap mengimplementasikan prosedur protokol kesehatan secara ketat.

Kunjungan Wisatawan ke Taman Ayun Menurun Drastis, Rata-Rata Perhari Hanya Satu Orang

"Dapat kami tambahkan juga, untuk peningkatan layanan, saat ini layanan rapid test yang kami sediakan di terminal domestik melayani pengguna jasa dari pukul 7 pagi hingga 7 malam, dari sebelumnya beroperasi dari pukul 8 pagi hingga 4 sore. Untuk biaya pun juga turun, dari Rp 150 ribu menjadi Rp 85 ribu,” tutur Herry.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved