Bencana Alam di Tabanan
Jembatan Sanggulan Putus, Beredar Kabar Satu Warga Hanyut, Ini Klarifikasi Kapolsek Tabanan
Sebuah jembatan penghubung di Banjar Sanggulan Desa dengan Terminal Kediri, Tabanan, putus diterjang air bah lantaran hujan deras yang terjadi, Sabtu
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebuah jembatan penghubung di Banjar Sanggulan Desa dengan Terminal Kediri, Tabanan, putus diterjang air bah lantaran hujan deras yang terjadi, Sabtu (10/10/2020).
Beredar sebuah video yang menyebutkan satu orang warga hanyut terseret arus dibantah pihak kepolisian.
Tak ada warga yang hanyut dalam peristiwa tersebut, hanya saja memang benar seorang warga sempat terpleset namun sudah dilarikan ke rumah sakit setempat.
Kapolsek Kediri, Kompol I Gusti Nyoman Wintara yang terjun ke lokasi bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) langsung menepis disinformasi mengenai adanya seorang warga yang hanyut.
• Hujan Deras, Jalan Menuju Villa Milik Ketua MPR ini Amblas
• Hujan Lebat Sejak Tadi Malam, Level Air di Tukad Mati Legian Naik
• Sudarma Katakan Jalan Gunung Salak Denpasar Sering Banjir Jika Hujan Deras
Dirinya menegaskan, tak ada satu orang pun yang hanyut dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, ia juga menyatakan tak ada senderan yang jebol, melainkan jembatan yang putus/jebol.
"Tidak ada yang hanyut, memang ada warga yang sempat jatuh dan menderita luka sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dan saya tegaskan tidak ada warga yang hanyut dalam peristiwa ini," tegas Kompol Wintara, Sabtu (10/10/2020).
Dia melanjutkan, warga yang jatuh tersebut merupakan seorang pria dewasa.
Ia terpeleset hingga terjatuh saat melakukan bersih-bersih. Tapi, saat ini sudah dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka lecet-lecet.
• Tanah Longsor Tutup Sebagian Badan Jalan Utama di Tabanan, Rusak Tiang Telepon
• BREAKING NEWS - Beberapa Titik di Tabanan Alami Gangguan Arus Lalulintas, Polisi Bantu Warga
• Hujan Lebat di Denpasar Sepanjang Pagi, Beberapa Wilayah Berubah Serupa Sungai
"Yang parah adalah jembatannya yang jebol atau putus. Artinya kerusakannya yang parah, selain jebol juga menggerus bagian kanan kiri sungai," tandasnya.
Kompol Wintara juga sudah mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.
Terlebih, untuk masyarakat yang berada di sekitaran jembatan putus ini lebih meningkatkan kewaspadaan.
"Kami minta masyarakat lebih waspada di musim saat ini. Apalagi masyarakat yang tinggal di wilayah berpotensi banjir dan tanah longsor," imbaunya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pihak-kepolisian-sedang-mengecek-jembatan-penghubung-banjar-sanggulan-desa-terminal-kediri-putus.jpg)