Bencana di Bali
Hujan Lebat Sejak Tadi Malam, Level Air di Tukad Mati Legian Naik
Dampak terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejumlah wilayah digenangi air cukup tinggi dan debit air di aliran sungai meningkat
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Sejak dini hari hingga siang tadi sejumlah wilayah di Bali dilanda hujan sedang hingga lebat.
BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Bali yang diinformasikan baik melalui media sosial maupun aplikasi info BMKG.
Dampak terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejumlah wilayah digenangi air cukup tinggi dan debit air di aliran sungai meningkat bahkan hingga tanah longsor terjadi.
Debit air yang meningkat akibat hujan salah satunya terjadi di sepanjang aliran Tukad Mati Legian.
Hal ini terlihat dari postingan akun sosial media instagram @lpmlegian yang diunggah sekitar 4 jam lalu, ditulis:
• Rumah Warga di Tabanan Terendam Air Setinggi Sekitar 2.5 Meter
• Luis Suarez Akui Menangis Beberapa Hari Karena Perpisahannya dengan Barcelona
• Supriadi Harus Istirahat Lebih Lama Usai Alami Cedera saat Uji Coba Timnas U-19 Indonesia
BREAKING NEWS!
Di informasikan dari Patroli Wilayah Linmas Kelurahan Legian.
Air Tukad Mati Legian sudah mulai naik, selalu waspada semeton mengingat curah hujan dengan intensitas sedang masih turun hingga saat ini.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Legian, Wayan Puspa Negara dikonfirmasi tribunbali.com, Sabtu (10/10/2020) membenarkan informasi tersebut.
"Level air di Tukad Mati naik karena sejak semalam terjadi hujan di atas normal. Fenomena ini adalah fenomena biasa dan kenaikan level ini adalah kenaikan maksimal. Tapi astungkara belum pernah sampai melebihi batas maksimal (meluber ke jalan dan pemukiman)," ujar Puspa Negara.
• Bhabinkamtibmas Polsek Kuta Imbau Pengunjung dan Pedagang di Pasar Disiplin Terapkan Prokes
• Tanah Longsor Tutup Sebagian Badan Jalan Utama di Tabanan, Rusak Tiang Telepon
• Tiga Warisan Budaya di Denpasar Ditetapkan Sebagai WBTB Tahun 2020
Ia menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Tukad Mati tetap waspada dan kepada pengendara yang melintas di sekitar sini juga agar tetap berhati-hati.
Tukad Mati merupakan aliran sungai yang tidak memiliki pusat mata air yang memiliki fungsi utama sebagai drainase wilayah perkotaan.
Tukad Mati membelah sebagian Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,43 km2 dan panjang sungai utama 22,49 km. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/air-tukad-mati-legian-mulai-naik.jpg)