Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penanganan Covid

20,78 Persen Masyarakat Bali Percaya Tak Mungkin Terpapar Covid-19, Dinkes: Mereka Harus Disadarkan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada sebanyak 20,78 persen masyarakat Bali yang menganggap dirinya tidak mungkin terpapar Covid-19

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Satpol PP Klungkung
Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Klungkung melakukan penegakan protokol kesehatan, di seputaran Jalan Gajah Mada, Semarapura, Klungkung, Bali, Senin (5/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk Bali, masih memiliki segudang tantangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada sebanyak 20,78 persen masyarakat Bali yang menganggap dirinya tidak mungkin terpapar Covid-19.

"Ya memang ini tantangan kita ya, karena masih cukup banyak masyarakat yang merasa begitu, sehingga ampah, kadang-kadang ada yang meboye. Nah inilah orang-orang seperti sekian persen itu harus disadarkan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya saat ditemui awak media di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (12/10/2020).

Bagi Suarjaya, penanggulangan Covid-19 sebenarnya menjadi tanggungjawab seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.

Apalagi keberadaan virus ini begitu berbahaya dan bisa menular ke semua orang.

"Dan orang-orang yang menularkan itu sebenarnya adalah orang terdekat kita, dan faktanya sudah ada banyak orang tertular dari orang-orang terdekat yang membawa dari luar (rumah)," tuturnya.

Beberapa waktu kebelakang, kasus kematian akibat Covid-19 di Bali mengalami peningkatan.

Kondisi ini, menurut Suarjaya, karena mereka tertular dari orang-orang terdekat yang membawa virus ke rumah.

Orang-orang tersebut menularkan virus kepada orangttua dan orang yang memiliki komorbid.

"Orang yang membawa virus ke rumah tidak apa-apa, namanya OTG dia, tapi orang-orang di rumah yang beresiko itu kena sehingga di bergejala, gejalanya berat, gejalanya kritis sehingga dia akhirnya meninggal," jelasnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Direncanakan Datang ke Bali untuk Simulasi Vaksin Covid-19

Baca juga: 15 Pasien Positif Covid-19 di Jembrana Sembuh dan Dipulangkan

Oleh karena itu, Suarjaya menilai sebanyak 20,78 persen masyarakat Bali yang menganggap dirinya tidak mungkin terpapar Covid-19 harus disadarkan.

Hal itu perlu dilakukan agar masyarakat tersebut tahu bahwa Covid-19 sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kematian.

"Orang-orang dekat inilah sebenarnya yang menularkan. Bukan orang-orang jauh kan. Kalau orang jauh kan tidak menularkan ke kita," paparnya.

Maka dari itu, Gubernur Bali Wayan Koster telah mengeluarkan surat edaran yang mengimbau agar para lansia, memiliki komorbid, anak dan balita yang memiliki risiko agar membatasi aktivitas keluar rumah.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved