Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jalan Rusak Akibat Banjir di Tabanan Terjadi di 8 Kecamatan

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Tabanan saat masih terus mendata ruas jalan yang rusak akibat diterjang

Istimewa
Kondisi jalan penghubung Kediri-Sanggulan yang putus. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Tabanan saat masih terus mendata ruas jalan yang rusak akibat diterjang air bah.

Sesuai pendataan sementara petugas lapangan, ada 14 titik ruas jalan yang mengalani kerusakan di delapan kecamatan berbeda.

Menurut data yang diperoleh dari Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Tabanan, ruas jalan Tunjuk-Penebel di Kecamatan Penebel.

Ruas jalan Kediri-Sanggulan (jalan penghubung jebol) dan perumahan Puskopad di Kecamatan Kediri.

Ruas jalan Denbantas-Tunjuk di Kecamatan Tabanan. Ruas jalan Mandung-Kukuh di Kecamatan Kerambitan.

Baca juga: Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Berlanjut, Hari Ini KSPI Dan 32 Federasi Buruh Kembali Turun ke Jalan

Baca juga: Ayah Rozak Ungkap Rencana Pernikahan Ayu Ting Ting yang Hanya Akan Dihadiri Kerabat Dekat

Baca juga: Tips Memasak Nasi agar Pulen Seperti Restoran Jepang, Cukup Tambahkan Satu Bahan Ini

Ruas jalan pujungan-tibu Dalem di Kecamatan Pupuan yang lerlu penanganan dengan alat berat.

Kemudian tiga titik ruas jalan Gunung Salak-Kementug, ruas jalan Branjingan Klecung (jalan putus), ruas megati beraban, dan ruas gadungan-jempinis di Kecamatan Selemadeg Timur.

Ruas jalan di bankar munduk dan di Banjar Kebon, Kecamatan Selemadeg. Terakhir, ruas jalan petireman - lumbung delod sema, Kecamatan Selemadeg Barat.

"Itu sesuai data sementara kami hingga Senin kemarin. Jadi masih dalam tahap survey lapangan," kata Kabid Bina Marga, Dinas PUPRPKP Tabanan, I Gede Partana.

Baca juga: Saat Pacaran ke Bali Ardi Bakrie Mengaku Pernah Mengetes Nia Ramadhani Matre Atau Tidak

Baca juga: Biaya Swab Test Mandiri di 5 Rumah Sakit dan Klinik di Denpasar dan Badung Ini Turun Jadi 900 Ribu

Baca juga: Sri Mulyani Dianugerahi Menkeu Terbaik se-Asia Timur & Pasifik 2020 dari Majalah Global Markets

Disinggung mengenai kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut, Partana mengaku belum bisa diprediksi.

Sebab, setelah selesai survei nanti baru dibuatkan DED, gambar dan RAB.

"Yang paling parah kan ruas Jalan di Kediri-Sanggulan, yakni jalan penghubung yang jebol itu. Disebabkan karena saluran air sempat tersumbat dan diameter kecil sehingga air meluap dan jalan putus," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved