Breaking News:

Pelajar SMK di Demo UU Cipta Kerja Ditangkap, Diduga Kelompok Anarko, Rekaman Suara Ini Terungkap

Saat itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus berada di lokasi dan sempat bertanya kepada A.

Editor: Eviera Paramita Sandi
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus (kanan), saat menasehati massa pelajar A (15), di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Seorang pelajar diamankan polisi karena diduga menjadi provokasi bentrokan antara massa di aksi demo penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. 

Remaja itu berinisal A (15) yang diamankan polisi di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, pukul 17.00 WIB, Selasa (13/10/2020).

Saat itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus berada di lokasi dan sempat bertanya kepada A.

"Sekolah di mana? Kelas berapa?" tanya Yusri kepada A.

Ketika ditanya, A tampak mengenakan jaket dan celana hitam, sambil jongkok.

"Kelas satu SMK, pak. Saya sekolah di daerah Duri Pulo, Jakarta Barat," jawab A.

Yusri pun mengecek ponsel milik A guna mengetahui isi komunikasi dengan rekannya.

Aplikasi chat WhatsApp dari ponsel A pun dibuka oleh Yusri.

Setelah diperiksa, polisi menemukan rekaman suara A yang bilang begini.

"Kalau polisi udah rusuh, kita rusuhin lagi," begitu suara yang terdengar dari rekaman via WhatsApp tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved