Breaking News:

Corona di Indonesia

Kemenkes Jelaskan Beda Penanganan Pasien Covid-19 dengan Gejala Ringan hingga Berat

“Penanganan pasien yang konfirmasi positif Covid-19 ini berdasarkan gejala berat atau ringan.

RSUD Klungkung
ilustrasi-Petugas medis di RSUD Klungkung menggunakan APD level III, saat merawat pasien Covid-19 belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Abdul Kadir memaparkan terkait alur penanganan pasien Covid-19

Menurut Kadir, pasien yang terkofirmasi positif Covid-19 dilayani berdasarkan gejala.

Ada yang tidak bergejala, gejala ringan, hingga sedang atau sakit berat.

“Penanganan pasien yang konfirmasi positif Covid-19 ini berdasarkan gejala berat atau ringan.

Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Aragon 2020, Fabio Quartararo Raih Pole Position

Baca juga: 4 Komite Anugerah Musik Bali (AMB) Mengundurkan Diri, Made Adnyana: Bukan Bikin Acara Baru

Baca juga: Infinity8 Bali Mempersembahkan “Royal Family Membership”, Ini Fasilitas yang Diberikan

Tidak semua pasien pelayanannya sama,” ujar Kadir sebagaimana dikutip dari siaran pers di laman resmi Kemenkes, Sabtu (17/10/2020)

 Untuk pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala, mereka akan diimbau untuk isolasi mandiri di rumah atau di RS darurat.

Isolasi minimal dilakukan selama 10 hari sejak ditegakkan diagnosis.

Setelah isolasi 10 hari, pasien dinyatakan selesai isolasi.

"Lain halnya dengan pasien positif Covid-19 dengan gejala sakit ringan-sedang. Pasien diimbau untuk isolasi mandiri di rumah, RS darurat, RS, maupun RS rujukan Covid-19," ukar Kadir.

"Isolasi minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari bebas demam dan gejala pernapasan. Setelah itu pasien dinyatakan selesai isolasi," kata dia. 

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved