Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Arka Kinari Susuri Jalur Rempah Nusantara, Kini Singgah di Bali

"...Dunia berhutang budi pada Nusantara, dan Bali merupakan salah satu titik jalur rempah". Kata Ananto

Tayang:
Penulis: Rizal Fanany | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah pengunjung berkeliling di Kapal Layar Arka Kinari di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Minggu (18/10/2020). Keberadaan Arka Kinari di Indonesia kali ini berkolaborasi dengan Program Jalur Rempah. Yakni melakukan pelayaran dengan misi integrasi budaya dan alam, serta penelusuran jalur rempah di Nusantara. 

"Kendala yang kita hadapi saat melakukan perjalanan karena pandemi. Sementara untuk perijinan masuk ke tiap-tiap negara tidak rumit hanya saja dikarenakan pandemi harus melewati beberapa pemeriksaan seperti rapid tes, karantina dan lain sebagainya". ungkapnya.

Baca juga: Kubu Legend Comeback dengan Kemenangan 4-1, Sading FC dan Perssib Blahkiuh Juara Trofeo

Baca juga: Kredit di LPD Macet, Warga di Desa Adat Peselatan Karangasem Diberhentikan Sebagai Krama Desa

Setelah berlayar lebih dari setahun, kapal layar Arka Kinari masuk ke indonesia pada 1 September 2020 melakukan perjalanan dan singgah di Sorong, Papua Barat, Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kini tiba di pelabuhan Benoa, Bali.

Keberadaan Arka Kinari di Indonesia kali ini berkolaborasi dengan Program Jalur Rempah.

Yakni melakukan pelayaran dengan misi integrasi budaya dan alam, serta penelusuran jalur rempah di Nusantara.

Penelusuran jalur rempah ini didukung Dirjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI.

Di setiap pulau yang disinggahi, Grey dan Nova bersama awak Arka Kinari melakukan pementasan seni dan budaya, bersosialisasi dengan warga, menyampaikan pesan untuk menjaga bumi dan laut, tidak membuang sampah di laut.

“Misi pelayaran dari Belanda adalah membagi ilmu tentang seni dan budaya, serta menjaga alam. Maka itu dalam program jalur rempah ini untuk mengedukasi Indonesia pentingnya pertukaran seni dan budaya itu,” kata Nova.

Nova mengakui pelayaran ini panjang dan memakan waktu lama karena harus melintasi Benua Eropa, Amerika dan Asia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan Adnyana menyambut baik kedatangan Kapal Layar Arka Kinari.

"Selamat datang untuk kru Arka Kinari semoga kehadirannya memberikan manfaat bagi kita semua. Arka Kinari membangun memori kita tentang kedigdayaan dan kemasyhuran produk rempah kita di seluruh dunia. Dan sebuah riwayat panjang nusantara mempengaruhi dunia". Katanya saat memberikan sambutan.

Ia berharap yang sekarang dirintis Arka Kinari dengan program jalur rempah menghidupkan kembali ekonomi dan rempah menjadi keunggulan Indonesia serta mengembalikan kejayaan rempah nusantara.

Perwakilan Direktorat kemendikbud RI yang juga ketua komite jalur rempah, Ananto Kusuma Seta menyambut gembira kehadiran Arka Kinari.

" Terima kasih untuk semua kru Arka Kinari yang telah menempuh lebih dari 1 tahun hingga di Bali ini. Dunia berhutang budi pada Nusantara, dan Bali merupakan salah satu titik jalur rempah". Kata Ananto

Dalam sambutannya ia memaparkan bahwa rempah- rempah inilah yang menjahit dan menenun Indonesia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved