Arka Kinari Susuri Jalur Rempah Nusantara, Kini Singgah di Bali

"...Dunia berhutang budi pada Nusantara, dan Bali merupakan salah satu titik jalur rempah". Kata Ananto

Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah pengunjung berkeliling di Kapal Layar Arka Kinari di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Minggu (18/10/2020). Keberadaan Arka Kinari di Indonesia kali ini berkolaborasi dengan Program Jalur Rempah. Yakni melakukan pelayaran dengan misi integrasi budaya dan alam, serta penelusuran jalur rempah di Nusantara. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sepasang suami istri berbeda negara, Grey Filastine asal Spanyol dan Nova Ruth asal Indonesia memiliki cita-cita berkeliling dengan membeli sebuah kapal layar untuk mengeksplorasi keindahan Indonesia.

Nova memprioritaskan Indonesia karena menurutnya masyarakat Indonesia masih kurang peduli dengan lingkungan, seperti banyaknya sampah di perairan Indonesia bahkan dunia.

"Bukan dunia yang ingin kami prioritaskan, melainkan keindahan alam Indonesia. Karena menurut kami awareness tentang lingkungan khususnya di Indonesia masih sedikit," ungkapnya.

Baca juga: Bisakah Melakukan Perjalanan ke Singapura di Tengah Pandemi Covid-19? Bisa! Ini Syaratnya

Baca juga: Termasuk Bali, La Nina Sebabkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia, Waspadai Dampaknya

Baca juga: Sempat Minta Roti ke Cucunya, Kakek Umur 70 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Abiansemal Badung

Sebelumnya dua musisi internasional ini kerap berkeliling dunia selama bertahun-tahun, namun dengan menggunakan transportasi udara.

Dari sanalah terbesit keinginan mereka berdua untuk mengangkat isu lingkungan dan mengelilingi Indonesia namun dengan kapal layar.

"Awal tahun 2019 kami membeli sebuah kapal buatan Jerman Tahun 1947, dua tahun setelah perang dunia kedua. Kapal ini memiliki panjang total 26 meter, belinya di Rotterdam Belanda". Katanya

Grey dan Nova memberi nama kapal layar ini, Arka Kinari.

Baca juga: Praktisi Pertanian Sebut Ada Dua Solusi untuk Atasi Ancaman Krisis Pangan di Bali

Baca juga: Warga Desa Kesiman Kertalangu Selami Pentingnya Kesehatan dan KB di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Terimpit Ekonomi & Stres Suami Sering Main Kartu, Seorang Ibu Bunuh Anak Bayinya Berumur 3 Bulan

Arka adalah kapal, sedangkan Kinari dalam militologi Hindu yang berarti bertahan hidup.

“Arka Kinari artinya kami bertahan hidup dalam kapal,” ujar wanita kelahiran Malang, Jawa Timur ini.

Arka Kinari menggunakan energi terbarukan angin dan tenaga surya dan sedikit cadangan solar.

Mereka menerapkan sistem slow tour atau touring dengan pelan.

Negara yang sudah mereka lewati dengan kapal Arka Kinari ini mulai dari Rotterdam (Belanda), Prancis, Lisabon (Portugal) Maroko, Granada, Panama, Columbia, Venezuela, dan berhenti di Meksiko.

Baca juga: Guide Syok Tamunya Tenggelam di Kolam Renang, Perempuan Muda Meninggal Dunia di Hotel di Denpasar

Baca juga: Sisi Religius Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Jembatani Doa Anak Rantau kepada Leluhur di Rumah

Baca juga: Bali Berpotensi Terdampak Fase Awal La Nina, BMKG: Waspada Curah Hujan Tinggi & Angin Kencang

Nova menceritakan pengalaman selama berada di laut, ia pernah menghindari badai dan tertahan di Guam sebuah negara dalam teritori Amerika Serikat sekitar empat puluh hari serta masalah administrasi keimigrasian.

"Pengalaman di laut menghadapi badai di Guam, karena kawasan tersebut memiliki ombak yang cukup besar, ombaknya bisa mencapai 20 meter. Pengalaman lainnya sering melihat lumba-lumba, paus, dan burung camar yang sering bertengger di atas kapal". Jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved