Solusi Tepat Atasi Sulit Tidur atau Insomnia, Ini Kata Psikiater

Sebab, gangguan tidur bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan baik fisik maupun psikis.

Penulis: Noviana Windri | Editor: Wema Satya Dinata
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi susah tidur 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sering merasa waktu tidur kurang dan sulit tidur?

Jangan sepelekan hal tersebut ya Tribunners.

Sebab, gangguan tidur bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan baik fisik maupun psikis.

Pada zaman serba canggih saat ini, justru banyak orang yang mengalami gangguan sulit tidur.

Baca juga: Jokowi Beberkan Hasil Pertemuannya dengan PM Jepang Yoshihide Suga di Bogor, Isu-isu Ini Dibahas

Baca juga: Dokumen KUA-PPAS yang Diajukan Pemkab Buleleng Belum Disetujui Dewan, Ini Alasannya

Baca juga: Pemkab Bangli Belum Mampu Anggarkan Bedah Rumah Lewat APBD

Salah satunya karena sudah kecanduan dengan gadget.

Psikiater Klinik SMC, dr. I Gusti Rai Wiguna, SpKJ memaparkan gangguan sulit tidur dapat menyebabkan seseorang menyebabkan seseorang lebih merasa cemas, mood menjadi buruk, napas menjadi pendek, dada terasa berat, asam lambung muncul, tenggorokan terganjal, nyeri di tengkuk, sakit kepala di bagian belakang (bukan vertigo), lemas, keringat dingin, gemetar.

“Pertama yang dilakukan jika mengalami gangguan sulit tidur adalah memperbaiki sleep hygiene.

Misalnya membagi zona tempat untuk istirahat dan zona untuk berkegiatan.

 Jangan dicampur jadi harus pisahkan. Misal untuk anak kos hanya 1 ruangan tetap harus dibagi,” paparnya dalam youtube Klinik SMC ‘Solusi Tepat Sulit Tidur’ diakses pada Selasa (20/10/2020).

Kedua, tempat tidur harus digunakan untuk tidur dan tidur hanya ketika merasa mengantuk.

Sebab yang membuat seseorang mengalami gangguan sulit tidur adalah saat seseorang berbaring di tempat tidur tetapi tidak untuk tidur.

Ketiga, batasi waktu setidaknya 2 jam atau jika bisa jauhkan diri dari gadget menjelang waktu tidur karena akan mempengaruhi gelombang otak ketika memasuki fase tidur.

“Namun ketika sudah di tempat tidur tetapi tetap tidak bisa tidur, bangun aja. Lalu berkegiatan. Tidak apa-apa. Jika sudah lelah maka akan muncul sinyal ngantuk,” imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved