Waspadai Cuaca Ekstrim di Bali Beberapa Hari Kedepan Akibat Fenomena La Nina dan MJO

Kondisi cuaca wilayah Bali pada beberapa hari kedepan umumnya cerah berawan dan berpotensi hujan ringan-sedang

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Foto : Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar saat menunjukkan potensi cuaca-cuaca ekstrim beberapa hari kedepan. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Untuk kondisi cuaca wilayah Bali pada beberapa hari kedepan umumnya cerah berawan dan berpotensi hujan ringan-sedang secara tidak merata terutama di wilayah Bali Timur, Tengah dan Barat.

"Curah hujan saat ini belum merata namun perlu di waspadai adanya fenomena La Nina dan juga kita ada dalam masa peralihan musim sehingga perlu diwaspadai cuaca-cuaca ekstrim yang terjadi kapan pun," imbuh Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, Diana Hikmah, Selasa (20/10/2020) saat ditemui tribunbali.com.

Mengenai dampak fenomena La Nina sendiri untuk di Bali, Diana mengatakan, secara umum dapat meningkatkan curah hujan bulanan ataupun hariannya.

Dan juga untuk beberapa hari kedepannya ini ditambah dengan kondisi Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah Indonesia sehingga ada peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan untuk wilayah Indonesia.

Baca juga: Dapat Hibah Pariwisata Rp. 948 Miliar Lebih, Pemkab Badung Tegaskan Hal Ini

Baca juga: Senator AA Gde Agung Sebut Urban Farming Saat Ini Bisa Jadi Solusi Alternatif Masyarakat

Baca juga: KPU Pinjam GOR Debes Tabanan Untuk Simpan Logistik Pilkada Tabanan 2020

"Masih perlu kita waspadai kondisi cuaca-cuaca ekstrim yang sekiranya terjadi beberapa hari kedepan karena masih ada fenomena La Nina dan kita berada dalam masa peralihan musim kemarau ke musim hujan. Ditambah lagi aktifnya fenomena MJO jadi dapat meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Bali," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, BMKG sebelumnya telah merilis informasi yang menyatakan bahwa saat ini tengah terjadi fenomena La Nina di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang (moderate).

Pemantauan BMKG terhadap indikator laut dan atmosfer menunjukkan suhu permukaan laut mendingin -0.5C hingga -1.5C selama 7 dasarian terakhir (70 hari), diikuti oleh dominasi aliran zonal angin timuran yang merepresentasikan penguatan angin pasat.

Bagi Indonesia, La Nina yang terjadi pada periode awal musim hujan ini berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah.

Dampak La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak seragam, baik secara spasial maupun temporal, bergantung pada musim/bulan, wilayah, dan kekuatan La Nina sendiri.

Selain pengaruh sirkulasi angin monsun dan anomali iklim di Samudera Pasifik, penguatan curah hujan di Indonesia juga turut dipengaruhi oleh penjalaran gelombang atmosfer ekuator dari Barat ke Timur berupa gelombang MJO (Madden Julian Oscillation ) dan Kelvin, atau dari Timur ke Barat berupa gelombang Rossby.

Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya aktivitas MJO di atas wilayah Indonesia, yang merupakan kluster/kumpulan awan berpotensi hujan.

Aktifitas La Nina dan MJO pada saat yang bersamaan ini dapat berkontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Untuk periode 18 - 24 Oktober 2020 dampak MJO berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat
dan Papua.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.(*).

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved