Breaking News:

Sindiran Keras Rocky Gerung Kepada Irma Chaniago Soal Kebijakan Gubernur 'Ga Sampai Pikirannya'

Dalam debat yang dimoderatori oleh Najwa Shihab, sempat ada sindirian pedas yang dari Rocky Gerung kepada Irma Chaniago.

Tribunnews.com/Vincentius Jyestha  
Rocky Gerung menghadiri sidang lanjutan kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di PN Jaksel, Selasa (23/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM-- Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago mendapat sindiran keras dari Rocky Gerung

Perkataan itu dilontarkan di Acara Mata Najwa yang mengangkat tema Tahu Pertama: Jokowi - Maruf Sampai di Mana pada Rabu (21/10/2020) malam.

Dalam debat yang dimoderatori oleh Najwa Shihab, sempat ada sindirian pedas yang dari Rocky Gerung kepada Irma Chaniago

Kejadian ini berawal saat Ketua DPP PSK Mardani Ali Sera mengomentari soal perekonomian Indonesia di satu tahun pemerintahan Jokowi-Maruf.

Baca juga: Selalu Berikan Kritik Tajam ke Presiden Jokowi, Rocky Gerung Blak-blakkan Ungkap Alasannya

Menurut Mardani Ali Sera, selama ini koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 masih kurang.

"Menteri dalam negeri itu punya orkestrasi pemerintah daerah karena tiap pemda itu anggarannya harus disetor terlebih dahulu ke Mendagri. Kalau Mendagri tak menyetujui maka ia bisa mengarahkannya," terang Mardali Ali Sera dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Twitter Trans 7 dalam tayangan Mata Najwa.

Mardani menilai, saat ini Pemerintah Pusat kurang mengayomi pemda dan mengajak bincang untuk melakukan sebuah kebijakan bersama.

"Kemendagri itu punya datanya, punya Dirjen Keuangan Deerah dan Pembinaan Desa. Dengan hal yang dimiliki ini seharusnya Kemenkes dan Kemendagri diberikan peluang untuk mengorkestrasi terkait kebijakan," ucap Mardani Ali Sera.

Mardani Ali menilai, saat ini Presiden Jokowi hanya fokus di titik atasnya saja yakni Gugus Tugas Covid-19 sehingga Indonesia memiliki catatan yang cukup banyak .

"Kemana Kemenkes gak diberikan peluang? Pak Jokowi berpikir otak-atik di atas yakni Gugus Tugas, itu menyebabkan kita punya catatan banyak," papar Mardani Ali.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved