Breaking News:

Corona di Bali

Sudah Gaji Dipotong Sampai 75 Persen, Kini Banyak Karyawan Hotel di Bali di-PHK

Terkait PHK ini, Rai Budi mengaku kecewa, terlebih surat mengenai PHK tersebut dikirimkan pihak hotel melalui pos.

Dokumentasi DPRD Bali
Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Regional Bali menyampaikan aspirasi mengenai adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah pandemi Covid-19 ke DPRD Bali, Selasa (27/10/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Regional Bali kembali menggeruduk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali.

Kedatangan mereka diterima oleh Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Gusti Putu Budiarta.

Sekretaris FSPM Bali, Ida I Dewa Made Rai Budi Darsana mengatakan, pihaknya mendatangi kantor DPRD Bali guna menyampaikan keluh kesah karena banyaknya pekerja pariwisata yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Kami menyampaikan keluh kesah kami, mohon perlindungan kepada DPRD Bali," kata Rai Budi saat ditemui awak media usai aksi di Wantilan Gedung DPRD Bali, Selasa (27/10/2020).

Rai Budi berharap, DPRD Bali dapat memanggil pihak hotel yang melakukan PHK terhadap karyawannya.

Dengan dilakukan pemanggilan, pihak hotel diharapkan dapat memahami bahwa PHK sebagai tindakan yang tidak adil dan tidak baik bagi masyarakat Bali.

"Ini kan kami datang ke sini paling tidak masyarakat tahu bahwa kalau kita diam ini akan terjadi di beberapa hotel," kata dia.

Terkait PHK ini, Rai Budi mengaku kecewa, terlebih surat mengenai PHK tersebut dikirimkan pihak hotel melalui pos.

Rai Budi menilai hal ini sangatlah tidak beretika.

Apalagi sebelumnya saat mereka masih bekerja, pihak hotel sudah melakukan pemotongan upah sampai 75 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved