Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

De Gadjah 'Muda' Bandel dan Sering Bolos Sekolah, Lulus Kuliah dengan Predikat Cum Laude

De Gadjah ditinggal ayahnya pergi untuk selama-lamanya ketika ia kelas 2 SMP.

Tayang:
Penulis: Noviana Windri | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Noviana Windri
De Gadjah dalam segmen Tribun Bali 'Bli Ojan' diakses pada Kamis (5/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - De Gadjah ditinggal ayahnya pergi untuk selama-lamanya ketika ia kelas 2 SMP.

Dirinya mengakui menjadi anak labil dan nakal.

De Gadjah menjadi sering berantem bukan karena mencari masalah, namun dikatakanya karena membela teman.

"Saat SMA tambah parah lagi. Kadang sekolah kadang tidak. Tetapi syukurnya nilai saya tidak pernah jelek. Suatu hari, guru mengadakan ujian lisan satu per satu dan nilai saya paling tinggi. Guru saya minta saya duduk di depan karena kalau di belakang takutnya terpengaruh," ungkap pria yang lahir di Denpasar, tanggal 12 Mei 1981 silam itu.

Baca juga: Katalog Promo Alfamart 5 November 2020, Promo Spesial Mingguan, Promo Murmer hingga Beli 2 Gratis 2

Baca juga: Upah Minimum Kabupaten Badung Dipastikan Tak Naik Tahun Depan

Baca juga: Roy Kiyoshi Ramal Bencana di Indonesia Tahun 2021: Air Besar dan Suara Orang Minta Tolong

De Gadjah adalah alumni dari SMP 7 Denpasar dan SMA 7 Denpasar.

Setelah lulus, ia melanjutkan kuliah di salah satu universitas di Malang, namun orangtua bahkan teman-temannya pesimis karena kenakalannya saat sekolah.

"Saya lulus 3,5 tahun dan IPK saya cum laude. Hampir semua kawan saya tidak percaya. Saya harus berjuang waktu kuliah, karena yang bekerja jualan keliling cuma ibu saja. Jadi saya harus menyelesaikan kuliah dengan cepat. Itu yang menjadi motivasi saya waktu kuliah," tambahnya.

CERITA MASA KECIL

Made Muliawan Arya alias De Gadjah, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar menceritakan kisah hidupnya dulu.

De Gadjah merupakan anak paling bontot dari 9 bersaudara dan memiliki 4 orang ibu.

"Ayah saya tidak suka pacaran. Begitu beliau kenal wanita langsung dinikahi. Beliau tidak playboy. Agar sah secara agama. Dan saya anak dari ibu paling terakhir," ceritanya dalam segmen Tribun Bali 'Bli Ojan' diakses pada Kamis (5/11/2020).

Dikenal dengan nama De Gadjah bukan karena memiliki badan yang besar, namun saat balita ia seperti Patih Gajah Mada.

Yang membuat sang nenek memberikam nama panggilan 'Gajah Mada'.

"Yang memberi nama panggilan almarhum nenek. Seiring waktu, akhirnya panggilan 'Mada' hilang. Tapi, sampai sekarang ada beberapa orang tua yang sudah sepuh tetap manggil Mada," ujarnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved