234 Hotel dan Restoran di Karangasem Berpeluang Dapat Bantuan Hibah Pariwisata

Padahal  tanda daftar usaha pariwisata adalah salah satu syarat kelengkapan administrasi untuk  dapat hibah dari Kementerian  Pariwisata & Ekonomi

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Karangasem, Putu Arnawa. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Dari 624 Hotel dan Restoran di Karangasem, baru 234 yang miliki tanda daftar usaha pariwisata (TDUP).

Padahal  tanda daftar usaha pariwisata adalah salah satu syarat kelengkapan administrasi untuk  dapat hibah dari Kementerian  Pariwisata & Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata  (Kadispar) Kabupaten Karangasem, Putu Arnawa mengaku, perusahaan  yang memiliki TDUP yakni 151 hotel atau sekitar 40.92 persen dari jumlah keseluruhan hotel.

Sedangkan restoran yang memiliki TDUP sekitar 83 atau 32.55 persen dari  keseluruhan restoran.

Baca juga: Kasat Binmas Polres Badung Turun Langsung Awasi Penerapan Prokes di Pasar Adat Mengwi dan Sekitarnya

Baca juga: Dampingi Permintaan Maaf AWK, Ida Pedanda Wayahan Bun : Dia Memang Sering ke Sini

Baca juga: Dituntut 15 Tahun Penjara Perkara Narkotik, Gede Gina Hadapi Sidang Putusan

"Padahal kita sudh bersurat dari 27 Oktober  trkait bantuan hibah pariwisata.

Dari 624 hotel dan restoran yang membayar pajak, baru 151 hotel serta 83 restoran yang baru memiliki TDUP," ungkap Putu Arnawa, Senin (9/11/2020).

Hotel dan Restoran yang memiliki TDUP tersebar dari beberapa Kecamatan. Seperti Kecamatan Karangasem, Manggis, Kubu, Abang, Sidemen, dan daerah lainnya.

"Hari ini (kemarin)  terakhir  penyerahan pengajuan berkas - berkas untuk mndapat dana hibah pariwisata," tambah  Arnawa, sapaannya.

Selain TDUP, pihak perusahaan juga harus penuhi syarat administrasi lainnya.

Seperti perusahaan hotel serta restoran harus tercacat membayar pajak minimal sampai 2019.

Mempunyai bukti pembayaran pajak, dan surat pernyataan jika hotel serta restoran masih operasi. Dan  TDUP harus berlaku.

"Pengusaha hotel serta restaurant yang memenuhi syarat administrasi akan berpeluang mndapat dana hibah pariwisata. Tim dari pemerintaah daerah tetap melakukan verifikasi untuk memastikan penerima,"jelas Arnawa,  pria yang juga  menjabat Kepala Disbud Karangasem.

Ditambahkan, berkas hotel dan restoran yang diusulkan akaan dikirim ke inspektorat daerah (IRDA) untuk diverifikasi.

Perusahaan  yang dinyatakan lolos verifikasi dibuatkan Surat Keputusan (SK) Bupati trkait bantuan ini. Pihaknya berharap, bantuan hibah  pariwisata dari pusat bisa terserap 100 %.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dapat jatah bantuan hibah pariwisata dari peemerintah pusat sekitar 1,1 triliun.

Baca juga: Irjen Napoleon Merasa Dizalimi Pernyataan Pejabat Negara, Siap Ungkap Tuduhan Penerimaan Uang Suap

Baca juga: Satgas Covid-19 Lakukan Pelatihan Terhadap 1.000 Relawan di Bali

Baca juga: Presiden Amerika Terpilih Joe Biden, Sosok Ayah Hebat, Mengurus Anak Sulungnya Derita Kanker Otak

Dari jumlah itu kemudian dibagi ke semua Kabupaten / Kota di Bali. Untuk Kabupaten Karangasem mendapatkan jatah dana hibah pariwisata sekitar Rp 13.6 milliar.

Dari jumlah tersebut, 70 persen bantuan dialokasikan untuk bantuan ke hotel  restoran di Karangasem. Sedangkan 30 persen untuk biaya, operasional, & penataan wisata.

"Yang 30 persen dibagi lagi. 25 persen untuk penataan destinasi wisata, pelatihan. 5 persen untuk operasional & pengawasan,"akuinya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved