Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penanganan Covid

Bertugas Memberikan Sosialisasi dan Pantau Prokes, 1000 Orang Terpilih Jadi Relawan Covid-19

Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menggelar kegiatan Program Pelatihan Relawan Wilayah Bali dalam Penanganan Covid-19.

Tayang:
Tribun Bali/Rizal Fanany
Salah satu fasilitator, Putu Suryawan memberikan materi dalam kegiatan program pelatihan relawan Bali dalam penanganan Covid-19 di Sanur, Denpasar, Senin (9/11/2020). Pelatihan ini diberikan agar para relawan memiliki pemahaman terkait penanganan covid-19 dan melakukan sosialisasi serta pemantauan protokol kesehatan mulai dari lingkungan terdekat hingga ruang lingkup yang lebih besar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menggelar kegiatan Program Pelatihan Relawan Wilayah Bali dalam Penanganan Covid-19.

Sebanyak 1000 relawan terpilih dari berbagai lapisan masyarakat di Bali diberikan pelatihan.

Nantinya para relawan ini akan memiliki pemahaman yang tepat terkait penanganan Covid-19 dan dengan sadar secara otomatis akan bergerak untuk melakukan sosialisasi serta pemantauan protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19 mulai dari lingkungan terdekat mereka

Baca juga: Dubes RI di Arab Saudi Sebut Habib Rizieq Shihab WNIO Alias WNI Ora Duwe Paspor

Baca juga: Penyanyi Alfin Alberto Gelar Roadshow di Bali, Moncerkan Lagu Agar Kau Bahagia

Baca juga: Suami Ditemukan Tewas Mengenaskan dengan Kondisi Luka Parah di Wajah, Begini Kesaksian Istri

Mereka akan mulai melakukan pemantauan dari lingkungan keluarga hingga ruang lingkup yang lebih besar. 

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Lilik Kurniawan dalam pembukaan pelatihan yang digelar di Prime Plaza, Sanur, Denpasar, Senin (9/11/2020) mengatakan karena sektor pariwisata masih sepi karena dampak Covid-19, makanya Bali menjadi sasaran pembentukan relawan ini.

Relawan ini akan membantu dan mendukung Satgas Covid-19 yang ada di Bali dan akan menjadi agen perubahan perilaku Covid-19.

Baca juga: Besok Habib Rizieq Pulang ke Indonesia, Disambut Spanduk Selamat Datang dan Massa FPI

Baca juga: OJK Dukung Pemulihan Ekonomi Bali di Masa Pandemi

Baca juga: 35 Quote Bijak Hari Pahlawan 10 November 2020 yang Cocok Anda Bagikan ke IG, Facebook & WA

“Kita tidak tahu sampai kapan Covid-19 ini berakhir. Maka yang kita lakukan adalah adaptasi dan pencegahan dengan 3M itu. Sesederhana itu, tapi kalau tidak jadi perilaku, maka itu tidak simpel. Maka kita menciptakan agen perilaku, dari masyarakat sendiri,” katanya.

Pihaknya mengaku bahwa satgas dari pemerintah sudah berupaya keras dalam menekan penularan Covid-19 di Bali.

Akan tetapi, Covid-19 ini merupakan urusan budaya serta perilaku manusia, sehingga perubahan perilaku perlu dilakukan.

“Kalau mereka sudah tertutar, RS akan penuh, tenaga medis terbatas, obat terbatas. Kita bekali relawan kita sehingga bisa mengajak keluarganya, lingkungannya untuk teru-menerus melakukan perilaku hidup sehat,” katanya.

Relawan ini nantinya akan melakukan pelaporan dengan cara memfoto kegiatan apapun yang dilakukan relawan.

Foto tersebut kemudian akan diunggah ke aplikasi inaRISK sehingga akan terpantau perkembangan yang dilakukan oleh para relawan.

“Mereka memfoto apa yang dilakukan, tidak perlu laporan-laporan, hanya memfoto dan mengirimkan lewat aplikasi inaRISK,” katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved