Breaking News:

Serba serbi

Dharmagita Nyanyian Sakral Umat Hindu untuk Yadnya Hingga Hiburan

Dharmagita berfungsi sebagai salah satu unsur yang dapat membuat sebuah yadnya menjadi satwika yadnya.

Tribun Bali/ Net
Ilustrasi 

Norma-norma hukum diinjak-injak demi meraup kekayaan dan meraih kekuasaan.

“Orang-orang akan kebingungan, lupa kepada jati diri, lupa kepada saudara, dan tiada peduli kepada lingkungan. Adakah gejala zaman yang disebutkan dalam Kakawin Nitisastra itu mirip seperti era yang dialami masyarakat kita sekarang,” katanya.

Guru besar ini menjelaskan, bunga-bunga dalam dharmagita selalu hadir sehingga dapat membuat hati pembaca, pendengar, dan penikmatnya menjadi berbunga-bunga.

“Dalam hubungan inilah tubuh manusia, dharmagita dan bunga dapat dipahami sebagai sekar. Bunga adalah sekar, dharmagita (tembang) adalah sekar, dan tubuh manusia adalah juga sekar. Ketiganya merupakan yantra, tempat semayam dewa keindahan,” sebutnya.

Dharmagita juga merupakan ungkapan rasa bhakti (sradha) kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Dharmagita diciptakan oleh penyair (pujangga) melalui beberapa tahapan. Pujangga (sang kawi) memulai karyanya dengan menyembah dewa pilihannya sebagai dewa keindahan, sebagai asal dan tujuan.

“Dewa itu dipandang menjelma dalam segala keindahan, baik di alam sakala, sekala-niskala, maupun alam niskala,” jelasnya. Guna menemukan dewa keindahan yang menjelma di alam sakala, pujangga (sang kawi) mengembara, mengamati pertempuran, kecantikan wanita, menyusuri pantai, menjelajah gunung, hutan, sungai, dan lain-lain sambil berlaku tapa.

Dewa keindahan yang berada di alam niskala, berhasil ditemukan berkat laku tapa atau samadi pujangga (sang kawi).

Dewa keindahan berkenan turun dan bersemayam di alam sakala-niskala, yakni di atas padma hati atau jiwa pujangga (sang kawi). Pujangga (sang kawi) berupaya mempersatukan diri dengan dewa tersebut.

Persatuan itu merupakan sarana, yakni dengan persatuan pujangga (sang kawi) “bertunas keindahan” sehingga ia mampu menciptakan dharmagita, sekaligus tujuan yakni dengan menciptakan dharmagita, pujangga (sang kawi) berharap dapat mencapai pembebasan tertinggi.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved