Breaking News:

Dua Versi Berbeda Antara Maybank dan Winda Earl soal Raibnya Tabungan Rp 22 Miliar

Winda lantas melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri. Polisi telah menetapkan Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial A sebagai tersangka.

(Kompas TV Youtube)
Winda Lunardi alias Winda Earl, nababah Maybank yang kehilangan uang tabungan 

"Saya lumayan sakit hati ketika saya mendengar ada pernyataan kayak papa saya dibawa-bawa gitu," kata Winda dalam video itu.

"Dibilang ada uang bunga transfer ke papa saya, sedangkan kita semua enggak tahu, saya cuma nasabah biasa yang memang menabung," lanjut Winda.

Winda mengaku tidak tahu segala transaksi yang terjadi di rekeningnya. Selama ini Winda selalu menerima laporan soal bunga tabungan dari rekening koran.

Dia juga tidak mengecek saldo melalui internet banking karena sejak awal tujuannya membuka rekening hanya untuk menabung.

"Nah itu justru yang kita juga enggak tahu. Kan kita tahunya selama ini rekening koran yang kita terima ya kita dapat bunga," tutur Winda. Winda menegaskan, ayahnya tidak melakukan kerja sama apa pun dengan tersangka A.

"Di sini sangat sangat, gimana ya kecewa iya, kesel iya, papa saya selama ini usaha tuh halal gitu, selalu menaati hukum. Jadi tidak mungkin ada kerja sama antara papa saya dengan tersangka, itu yang bisa digarisbawahi," tegas Winda.

Respons lambat Maybank

Menurut Winda Earl, saat mengetahui tabungannya dan sang ibu Floletta senilai Rp 22 miliar raib, ia langsung mendatangi kantor pusat Bank Maybank.

Awalnya, Winda ingin bertemu pimpinan bank.

Namun, saat itu Winda diminta untuk membuat laporan.

"Kita pertama datang ke kantor pusat menanyakan perihal ini, tapi kita tidak boleh ketemu dengan pimpinan pusat Maybank. Nah, setelah itu kita disuruh buat laporan," kata Winda.

Selama satu bulan menanti, Winda mengatakan, tak ada respons dari pihak Maybank.

Winda baru mendapat respons setelah membuat laporan kedua.

"Nah, ketika buat laporan kita menunggu sebulan tidak ada balasan sama sekali. Terus kita buat laporan lagi.

Dua hari kemudian kita membuat laporan kedua, kita mendapat balasan bahwa masalah sudah terselesaikan," tutur Winda.

Ia kecewa karena selama itu pihak Maybank tidak pernah menghubunginya untuk menyelesaikan masalah ini.

"Dari situ kita sebagai nasabah kecewa, kita enggak pernah diajak komunikasi, diajak ketemu apa pun itu tidak pernah," lanjutnya.

Sementara itu, Maybank menyatakan siap mengganti tabungan Winda yang hilang setelah polisi menguak fakta-fakta yang dinilai janggal itu.

"Maybank bertekad bahwa ini harus jelas dulu apa motivasi keanehan ini. Sesudah jelas kalau memang benar, Maybank bayar," kata Hotman.

"Tapi, kalau memang diduga orang lain terlibat masa bayar begitu saja?" lanjutnya.

Maybank menduga ada pihak-pihak yang ikut terlibat dalam kejahatan perbankan yang dilakukan oleh tersangka A.

Mereka berharap agar polisi bisa segera mengungkapkan kebenaran dari kasus ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beda Versi Maybank dan Winda Earl soal Raibnya Tabungan Rp 22 Miliar"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved