Wiki Bali

WIKI BALI - Mengenal Lebih Dekat Pura Campuhan Windhu Segara Denpasar, Wisata Religi Melukat

Setiap tahunnya selalu bermunculan lokasi-lokasi wisata bari di Bali, salah satunya adalah lokasi wisata religi Pura Campuhan Windhu Segara.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Pura Campuhan Windhu Segara, Denpasar, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pulau Bali tidak kekurangan tempat wisata., mulai dari wisatwa alam, bahari maupun wisata religi

Setiap tahunnya selalu bermunculan lokasi-lokasi wisata bari di Bali, salah satunya adalah lokasi wisata religi Pura Campuhan Windhu Segara.

Pura Campuhan Windhu Segara, Denpasar, Bali, menjadi ikon baru wisata religi atau spiritual di Kota Denpasar.

Sejak berdirinya tahun 2005, pura ini banyak dikunjungi umat asli Bali, bahkan hingga dari Jawa dan seluruh Indonesia.

Baca juga: WIKI BALI - Gung Mas Pemayun Berhasil Sandang Puteri Cilik Indonesia Persahabatan 2020

Baca juga: WIKI BALI - Mengintip Jejak Kerajaan Majapahit di Bali

Baca juga: WIKI BALI - Kisah Penguasa Kematian di Nusa Penida, Ratu Gede Mas Mecaling Ped

Baca juga: WIKI BALI - Memahami Aksara Modre, Dikenal Sakral dan Magis di Bali

Mereka datang untuk melukat, melakukan pembersihan diri lahir dan batin.

Jro Mangku Ketut Maliarsa, satu di antara pemangku di pura menjelaskan, pura yang terletak di Pantai Padang Galak, wilayah Kesiman, Denpasar Timur ini, telah mendunia.

Sebab turis pun kerap datang ke pura ini.

Berawal dari kisah Maha Guru Aiteria Narayana, yang sembuh dari penyakit ginjal dan mendapatkan pawisik harus membangun pura di sana.

Akhirnya pura di ujung utara Pantai Padang Galak ini, kian banyak didatangi pamedek.

Untuk itu, demi melayani umat pura ini setiap hari bisa didatangi, karena ada pemangku yang standby di lokasi.

“Dahulu saat masih welaka, Maha Guru Aiteria Narayana bernama I Gede Alit Adnyana, dan sempat sakit dengan diagnosa penyakit ginjal. Dokter pun angkat tangan, karena sudah tidak bisa mengobati,” jelasnya mengisahkan, kepada Tribun Bali, Rabu (11/11/2020).

Kemudian, pergilah I Gede Alit Adnyana ke Pantai Padang Galak.

Seolah-olah, ada yang memberitahunya dan menunjukkan agar beliau pergi ke Padang Galak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved