BPS Umumkan Indonesia Masuk Resesi Sepekan Lalu, Kini Luhut Klaim Indonesia Keluar dari Resesi

Menurut Luhut, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi minus 3,49 persen

Kompas.com
Luhut Binsar Pandjaitan mengaku kaget Bank Dunia menaikkan peringkat Indonesia, dari lower middle income country menjadi upper middle income country, Rabu (1/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA --Lebih dari sepekan lalu, Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan bahwa Indonesia resmi masuk masa resesi ekonomi Kamis (5/11/2020).

Namun kini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa kondisi perekonomian Indonesia mulai keluar dari resesi.

"Bapak-ibu sekalian, dari data-data ekonomi yang kita miliki sekarang ini semua angkanya baik. Kita sudah mulai keluar sebenarnya dari resesi ini," ujarnya melalui tayangan Youtube Kemenparekraf, Kamis (12/11/2020).

Menurut Luhut, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik ( BPS), pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi minus 3,49 persen.

Namun, angka tersebut dinilai sudah lebih baik dari kuartal II-2020 yang minus 5,32 persen.

Selain itu, Luhut juga merujuk kepada arus kas (cashflow) seluruh bank.

Ia mengatakan arus kas bank buku I-IV tidak tersendat.

Hal tersebut kata dia, menunjukkan ketersediaan dana di dalam negeri sangat cukup.

Ia lantas menyimpulkan ekonomi Indonesia dalam kondisi yang baik.

Pengumuman BPS

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI yang dilihat dari produk domestik bruto ( PDB), terkontraksi minus 3,49 persen di kuartal III 2020 (year-to-year/yoy).

Hal ini membuat Indonesia resmi masuk jurang resesi, menyusul negara lainnya.

"Kalau kita bandingkan posisi triwulan ketiga tahun lalu masih mengalami kontraksi 3,49 persen."

" PDB Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan secara kuartalan sebesar 5,05 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam paparan virtual, Kamis (5/11/2020).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved