Pilkada Serentak

Cegah Berbagai Kecurangan di Coblosan Pilkada, Bawaslu Bentuk Relawan Satgas Karangasem Shanti

Guna mengantisipasi adanya berbagai kecurangan di Pilkada Karangasem, sekelompok masyarakat membentuk Relawan Satgas Karangasem Shanti.

Istimewa
Ketua Bawaslu Karangasem Putu Suastrawan saat menerima audiensi dari Relawan Satgas Karangasem Shanti di Aula Widya Adhyasta, Jumat (13/11/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Guna mengantisipasi adanya berbagai kecurangan di Pilkada Karangasem, sekelompok masyarakat membentuk Relawan Satgas Karangasem Shanti.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Karangasem Putu Suastrawan saat menerima audiensi dari Relawan Satgas Karangasem Shanti di Aula Widya Adhyasta, Jumat (13/11/2020).

Ia menyebut bahwa satgas tersebut bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal negatif saat tahapan Pilkada berlangsung seperti pembagian sembako ilegal dan janji-janji manis dari paslon yang mengarah money politics.

Baca juga: Bawaslu Ingatkan Potensi Pelanggaran Saat Penyaluran dan Pendistribusian Logistik Pilkada

Baca juga: Petani Arak di Karangasem Keluhkan RUU Larangan Minuman Beralkohol

Baca juga: Resmi, PP & NN Ditetapkan Tersangka Kasus Penyebaran Video Syur Mirip Gisel, Ini Ungkap Polisi

Suastrawan juga mengatakan bahwa tujuan kedatangan Relawan Satgas Karangasem Shanti ini untuk mendapat arahan yang patut dilaksanakan dalam pemilihan yang luber jurdil dan bisa mendapat pemimpin yang berkualitas untuk 5 tahun ke depan.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi terbentuknya Satgas Karangasem Shanti ini dan semoga banyak masyarakat maupun kelompok masyarakat yang ikut serta dalam menjaga Pilkada Karangasem ini”, katanya dalam keterangan persnya.

Baca juga: Kurangi Sumbangan Sampah ke TPA hingga Hasilkan Kompos Sendiri, DLH Tabanan Bentuk Teba Komposter

Baca juga: KPU Badung Cetak 372.493 Surat Suara, Ditargetkan Selesai 23 November Mendatang

Terkait dugaan money politics, Bawaslu Karangasem sudah secara rutin mengadakan sosialisasi sadar hukum di desa-desa supaya tidak terjadi dugaaan money politics.

Dalam menindaklanjuti dugaan money politics itu tentu Bawaslu harus mempunyai bukti-bukti seperti foto/video untuk bisa ditindaklanjuti. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved