Pentingnya Membersihkan Karang Gigi, Antisipasi Kerusakan Jaringan Gusi hingga Cegah Bau Mulut

Seorang dokter gigi yang bertugas di Kota Denpasar, Drg. Tri Wahyu Fajarwati menuturkan, tumbuhnya karang gigi disebabkan oleh beberapa faktor

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Drg. Tri Wahyu Fajarwati saat membersihkan karang gigi pada salah satu pasien di tempat praktek nya pada, Senin (16/11/2020). 

"Tak jarang karang gigi juga sudah tumbuh pada anak laki-laki yang berumur 10 Tahun.

Lalu ada juga yang sudah berumur 17 Tahun baru tumbuh karang giginya. Semuanya kembali dari cara masing-masing orang membersihkan giginya," katanya.

Untuk saat ini banyak yang menganggap karang gigi itu sepele sehingga pada saat dibawa ke dokter, kondisi dari karang gigi sudah banyak.

Jika dibiarkan dengan jangka waktu yang lama, karang gigi dapat menyebabkan kerusakan jaringan gusi.

Sehinga nantinya gigi dan gusi tidak dapat menempel dikarenakan karang gigi yang sudah banyak, lalu menyebabkan gigi goyang dan harus segera dicabut.

Selain itu, karang gigi juga dapat menyebabkan bau mulut dan mengurangi nilai estetika pada gigi.

"Rutinnya membersihkan karang gigi dilakukan setiap enam bulan sekali. Namun beda halnya dengan perokok. Untuk perokok dianjurkan agar membersihkan karang giginya setiap empat bulan sekali," ungkapnya.

Dianjurkan bagi setiap pasien yang akan membersihkan karang gigi agar membersihkan ke dokter gigi.

Dikarenakan hingga saat ini menurutnya belum ada pasta gigi hingga obat tradisional yang dapat melepaskan karang gigi.

"Logikanya memang karang gigi memiliki tekstur seperti kapur atau karang, dan jika hanya dengan menggunakan pasta gigi atau obat tradisional untuk melepaskan karang gigi dengan cara mengoleskan nya pada gigi, dikhawatirkan dapat merusak jaringan gusi," imbuhnya.

Sedangkan sikat gigi yang baik dan benar adalah dilakukan sebanyak dua kali sehari.

Menyikat gigi hendaknya dilakukan setelah makan dan sebelum tidur.

"Kebanyakan masyarakat salah persepsi. Mereka menyikat gigi pada saat mandi, padahal itu salah. Seharusnya sikat gigi dilakukan pada pagi hari setelah selesai sarapan dan malam hari sebelum tidur," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved