Breaking News:

Jerinx SID Dilaporkan ke Polda Bali

Ini Harapan Jerinx Jelang Sidang Putusan

Amar putusan akan dibacakan di persidangan oleh majelis hakim pimpinan Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi.

Tribun Bali/Putu Candra
Jerinx saat tiba di PN Denpasar, Kamis (19/11/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tidak banyak komentar yang keluar dari bibir I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX) saat tiba di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, Kamis (19/11/2020).

Tiba dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dan kedua tangan diborgol, Jerinx  langsung disambut oleh sejumlah teman, sahabat serta kerabat dan juga istrinya, Nora Alexandra dan ibundanya, Ida Rsi Bujangga. 

Memeluk dan berbincang sejenak dengan istrinya, Jerinx kemudian diperciki air suci (tirta) oleh ibundanya.

Jerinx sendiri akan menjalani sidang putusan.

Baca juga: Ini Fakta-fakta Menarik Tentang Yeo Jin Goo, Pemeran Manajer di Drakor Hotel del Luna

Baca juga: Antisipasi Kerusuhan Sidang Putusan Jerinx, Kerahkan 240 Personil

Baca juga: Bisa Disaksikan Via Youtube PN Denpasar, Ini Link Live Streaming Sidang Putusan Jerinx

Amar putusan akan dibacakan di persidangan oleh majelis hakim pimpinan Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi.

Saat ditanyakan terkait jelang sidang putusan, penggebuk drum Superman Is Dead (SID) ini berharap, "Indonesia negara demokrasi. Semoga demokrasi terus hidup," ucapnya singkat. 

Diberitakan sebelumnya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dikoordinir oleh Jaksa Otong Hendra Rahayu mengajukan tuntutan pidana penjara selama tiga tahun terhadap Jerinx.

Selain pidana badan, jaksa juga menuntut suami Nora Alexandra dengan pidana denda sebesar Rp. 10 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Dalam surat tuntutan yang telah dibacakan di persidangan tim jaksa menyatakan, Jerinx telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Sebagaimana dakwaan alternatif pertama jaksa penuntut, Jerinx dinilai melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 54A ayat (2) UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (*).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved