Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Warga Kesiman Denpasar Meninggal Positif Covid-19, Sembuh 17 Orang

Rabu (25/11/2020) diketahui kasus sembuh mengalami penambahan sebanyak 17 orang dan kasus positif Covid-19 bertambah 19 orang

Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Dok Jembrana
Pemakaman jenazah pasien meninggal karena Covid-19 di Jembrana, Bali, Kamis (24/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kasus Covid-19 di Kota Denpasar masih terus berfluktuatif.

Rabu (25/11/2020) diketahui kasus sembuh mengalami penambahan sebanyak 17 orang dan kasus positif Covid-19 bertambah 19 orang yang tersebar di 9 wilayah desa/kelurahan.

Sementara itu 1 orang pasien Covid-19 dinyatakan meninggal dunia. 

Berdasarkan Data GTPP Covid-19 Kota Denpasar, persebaran kasus positif tercatat mengalami lonjakan di tiga wilayah desa/kelurahan yakni Desa Peguyangan Kangin dan Desa Dangin Puri Kangin yang mencatatkan penambahan kasus tertinggi dengan 4 kasus baru.

Disusul Desa Dauh Puri Kaja yang mencatatkan penambahan kasus sebanyak 3 orang.

Desa Padangsambian Kaja dan Kelurahan Pemecutan turut mencatatkan penambahan sebanyak 2 orang.

Sedangkan sebanyak 4 desa/kelurahan lainya mencatatkan penambahan kasus masing-masing 1 orang dan sebanyak 34 desa/kelurahan nihil penambahan kasus. 

Terkait kasus meninggal dunia diketahui pasien berjenis kelamin perempuan usia 62 tahun dengan status domisili di Kelurahan Kesiman.

Pasien diketahui positif Covid-19 pada 20 November 2020 dan dinyatakan meninggal dunia pada 21 November 2020 dengan penyakit penyerta atau komorbid diabetes militus.  

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, menjelaskan bahwa kasus Covid-19 di Kota Denpasar masih terus mengalami pergerakan. Sehingga GTPP tetap memberikan perhatian serius bagi wilayah yang kasusnya yang cukup tinggi. 

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa beragam upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.

Sehingga bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius GTPP Covid-19 Kota Denpasar lewat pendampingan yang dikoordinir oleh camat.

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

“Mari bersama sama lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah masih  mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi,” kata Dewa Rai.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved