Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

7 Komplikasi Asam Urat yang Mesti Diwaspadai, Batu Ginjal hingga Parkinson

Pemeriksaan atau tes kadar asam urat secara rutin adalah langkah awal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi bahaya tersebut.

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Gout atau penyakit asam urat adalah penyakit yang tak bisa dianggap remeh.

Ada banyak orang yang mengembangkan penyakit asam urat kronis atau serangan asam urat berulang kali dari waktu ke waktu.

Jika penyakit asam urat tidak segera diobati, dapat memicu komplikasi asam urat yang lebih berbahaya.

Pemeriksaan atau tes kadar asam urat secara rutin adalah langkah awal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi bahaya tersebut.

Baca juga: Presiden Iran Hassan Rouhani Tuding Israel yang Bunuh Ilmuwan Nuklir Terkemuka Mohsen Fakhrizadeh

Baca juga: Kisah Pedagang Kelontong Kaget Saat Ditagih Pembayaran Listrik Rp 44 Juta, Biasanya Cuma Rp 200 Ribu

Baca juga: Kabel Listrik & Telepon di Sebuah Gang Permukiman di Sidakarya Denpasar Terbakar, Warga Sempat Panik

Melansir berbagai sumber, berikut ini berbagai komplikasi asam urat yang perlu diwaspadai:

1. Tophi atau tofus

Melansir Health Line, tophi adalah endapan kristal urat yang terbentuk di bawah kulit dalam kasus asam urat kronis, atau asam urat tophaceous.

Tophi paling sering terjadi di bagian-bagian tangan, kaki, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan telinga.

Tophi terasa seperti benjolan keras di bawah kulit dan biasanya tidak menyakitkan, kecuali selama serangan asam urat ketika tophi menjadi meradang dan bengkak.

 Saat tophi terus tumbuh, benjolan ini dapat mengikis kulit dan jaringan di sekitar persendian.

Kondisi ini dapat menjadi penyebab kerusakan dan kehancuran sendi yang lebih parah.

2. Deformitas sendi

Jika penyebab asam urat tidak diobati, serangan akut asam urat akan semakin sering terjadi.

 Peradangan yang disebabkan oleh serangan ini, serta pertumbuhan tophi kemudian menyebabkan kerusakan lebih parah pada jaringan sendi.

 Akibatnya, terjadi erosi tulang (sendi keluar dari jalurnya) dan hilangnya tulang rawan yang menyebabkan kerusakan total pada sendi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved