Breaking News:

Kasus Pencurian Diungkap Tim Opsnal Polsek Mengwi, Modus Pelaku Berpura-pura Mencari Pekerjaan

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Bedeng proyek gang 36, Banjar Jempinis, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung

Polsek Mengwi
Polsek Mengwi berhasil mengungkap kasus pencuri dengan pemberatan yang menyasar wilayah Desa Pererenan, Mengwi, Badung. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Bedeng proyek gang 36, Banjar Jempinis, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung berhasil diungkap Tim Opsnal Polsek Mengwi.

Markus Mudadari (26) yang berasal dari Desa Oleate, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya dibekuk pihak kepolisian jajaran Polres Badung di tempat persembunyiannya di Banjar Sogsogan, Desa Cemagi, Mengwi, Badung, Bali.

Kapolsek Mengwi AKP Putu Diah Kurniawandari menjelaskan pelaku Markus berperan sebagai penyurvei lokasi dan menyiapkan kendaraan.

"Tersangka bernama Markus ini, berperan untuk ikut menyurvei lokasi, menyiapkan sepeda motor serta menunggu dari luar untuk memantau situasi dan menjual handphone hasil pencurian," ujarnya, Minggu (29/11/2020).

Baca juga: Tertimpa Cabang Pohon Ketapang hingga Alami Patah Tulang, Nyawa Kadek Leoni Tak Tertolong

Baca juga: Cicipi Lapangan Internasional di Boyolali, Purwanto Cetak Dua Gol Bawa Mitra Devata Menang 1-9

Baca juga: Jumlah Guru Berstatus PNS Masih Kurang, Sekda Bali Sampaikan Pesan ke Jokowi Lewat Stafsus Milenial

Dalam keterangan lebih lanjut, kasus curat tersebut terjadi pada hari Minggu (11/10/2020) sekitar pukul 02.00 wita, dimana korbannya bernama I Gede Jupa Arta (18) seorang buruh asal Tejakula, Buleleng.

Kehilangan 2 handphone miliknya masing-masing Xiaomi Redmi 6A dan Vivo Y12 serta satu tas pinggang berisi STNK, KTP, SIM C atas nama korban juga uang tunai Rp 600 ribu.

Singkat kejadian pada Sabtu (10/10/2020) pukul 22.30 wita, korban tengah tertidur bersama adiknya di kamar, pada saat itu juga satu handphone miliknya ditaruh di sebelah kanan tempat tidur.

Sedangkan satu handphone lainnya ditaruh oleh korban di tas pinggang yang berada di atas meja.

Keesokan harinya pada Minggu (11/10/2020) pukul 04.00 wita, saksi terbangun dan sudah tidak melihat tas miliknya juga handphone yang berada di sampingnya, bahkan saat itu pintu kamar juga setengah terbuka.

Halaman
123
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved