Breaking News:

Meski Banyak Tambahan Proyek Pertamanan, Pemkab Gianyar Belum Adakan Rekrutmen Pegawai Baru

Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan tahun 2021 Pemkab Gianyar tidak mengadakan rekrutmen pegawai kontrak, khususnya di bidang pertamanan, meski

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Bupati Gianyar, Made Mahayastra 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan tahun 2021 Pemkab Gianyar tidak mengadakan rekrutmen pegawai kontrak, khususnya di bidang pertamanan, meskipun di tahun ini terdapat banyak proyek pertamanan.

Dalam hal ini, Pemkab Gianyar akan membagi para petugas dalam zona 300 meter.

Hal ini juga untuk memudahkan penilaian pegawai. Ketika ada yang tak sesuai ekspektasi, maka sanksinya akan diberhentikan.

"Kita mencoba atur dulu, kan kita punya mungkin 400-an orang yang ada di bidang pertamanan. Sekarang mereka sudah bekerja per zona, saya sudah berikan arahan pada bidang pertanaman, khusus di alun-alun Gianyar itu ada 15 orang, setiap hari di sana. Absennya di sana, kantornya di sana, dan sebagainya."

Baca juga: Mahfud MD Akan Lakukan Tes Swab Setelah Sempat Bertemu Ketua PBNU Said Aqil Siraj

Baca juga: Tidak Bawa Banyak Barang Saat Dipindahkan ke Lapas Kerobokan, Jerinx: Masker Aja, Biar Gak Ditilang

Baca juga: Setelah Diego Maradona Meninggal, Dokter Pribadinya Digrebek atas Dugaan Pembunuhan Tak Disengaja

"Terkait dengan peralatan,  pasti kita belikan. Tapi terkait dengan orang kita akan atur dulu, tidak serta merta tahun 2021 ada penambahan orang," ujar Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Senin (30/11/2020)

Berdasarkan data Pemkab Gianyar, tahun ini Pemkab Gianyar menggelontorkan ABPD Rp 1 triliun lebih untuk pembangunan.

Mulai dari pembuatan alun-alun Gianyar yang  nantinya menjadi taman kota Gianyar, penataan trotoar dan pertamanan dan pengadaan lampu penerang jalan dengan ornamen artistik, hingga pembangunan pasar yang nantinya berkonsep modern, yakni bebas dari kekumuhan.

Baca juga: Ini Daftar 13 Komjen yang Berpeluang Jadi Kapolri Pengganti Idham Azis, Ada Sosok yang Berusia Muda

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Cipali Isuzu Elf vs Tronton, Sepuluh Orang Tewas Berikut Ini Identitasnya

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Naik Drastis Jadi 13,41 Persen, Presiden Jokowi Berpesan Hati-hati

Mahayastra kembali menegaskan, dalam menciptakan kebersihan atau perawatan proyek-proyek tersebut saat telah diserahterimakan oleh kontraktor ke Pemda Gianyar, pihaknya akan membagi para petugas kebersihan.

"Terkait dengan zona, nanti dari By Pass Dharma Giri satu ujung akan  dibagi. Mungkin sekitar 300 meter ada yang menanggungjawabi. Itu sama OPD-nya harus diatur," ujarnya.

Dengan sistem zona ini, Mahayastra memastikan kebersihan dan keindahan Gianyar akan terjamin.

"Sebab dengan cara itu, nanti kita tahu kalau di zona itu kotor, kumuh, tidak terawat dan sebagainya. Nah, orang ini (petugas di sana) kalau dia tenaga kontrak akan kita berhenti, ganti orang. Kalau dia PNS nanti tentu ada konsekuensinya," ujarnya politikus PDIP asal Payangan tersebut.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Cipali KM 75 Purwakarta Dikabarkan Tewaskan 10 Orang 

Baca juga: Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Semeru Muntahkan Guguran Lava 13 Kali, Begini Ungkap Warga

Baca juga: Gaji PNS Diwacanakan Akan Berubah, Ini Besaran Gaji Terbaru Berdasarkan Masa Kerja

Terkait pengangguran perawatan, Agus Mahayastra meminta OPD terkait melakukan kajian, supaya nantinya tidak menjadi pemborosan.

Khusus dalam mengkaji benda sekali pakai, seperti pupuk.

"Dalam penganggaran, kalau barang abis pakai itu, itu yg harus dikaji. Setahun itu berapa kali dibutuhkan. Itu harus ketat. Jangan sampai menjadi pemborosan. Barang habis pakai kan sulit sekali diawasi, dia harus jelas pertahunnya. Termasuk pupuk dan lampu. Jangan main-main sama anggaran daerah," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved