Sri Sultan Hamengkubuwono X Sebut DIY Perlu Tambahan 100-150 Tenaga Kesehatan
Penambahan tersebut lantaran di dua rumah sakit di DIY mengalami kekurangan tenaga karena harus membantu penanganan kasus Covid-19 di Jakarta.
TRIBUN-BALI.COM, YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tambahan tenaga kesehatan ( nakes) sebanyak 100 hingga 150 orang.
Penambahan tersebut lantaran di dua rumah sakit di DIY mengalami kekurangan tenaga karena harus membantu penanganan kasus Covid-19 di Jakarta.
"Dari Rumah Sakit Hardjolukito itu direkrut ditugaskan membantu jakarta karena pemerintah mengembangkan tidak hanya wisma atlit tapi wisma yang lain," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Senin (30/11/2020).
Baca juga: Ketua Umum PBNU Said Aqil Positif Covid-19, Menag dan La Nyalla Doakan Semoga Lekas Sembuh
Untuk itu, pihaknya meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk menambah tenaga kesehatan sebanyak 100-150. Jumlah itu diharapkan dapat mencukupi kebutuhan tengaa kesehatan di DIY.
"100-150, itu terdiri dari dokter perawat harapannya bisa mencukupi karena di sini sebagian ke sana (Jakarta)," kata Sultan HB X.
Sultan mengatakan, nantinya bantuan nakes tersebut akan ditujukan ke dua rumah sakit di DIY yaitu Rumah Sakit Hardjolukito dan RS Sardjito.
Sementara, menurut Sultan, untuk ruangan di Hardjolukito masih memiliki cadangan sebanyak 100 ruang.
Baca juga: Jerinx Sudah di-Swab Sebelum Dipindah ke Lapas Kerobokan, Hasilnya Negatif Covid-19
Sebelumnya, Pemerintah DIY berencana menambah jumlah tenaga kesehatan dan tempat tidur untuk penanganan Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan, pihaknya mengajukan ke Kementerian Kesehatan untuk bantuan tambahan tenaga kesehatan (nakes).
Pihaknya membutuhkan sekitar 150 sampai 200 tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter, radiografer, ahli teknologi laboratorium.
"Beberapa rumah sakit salah satu kendalanya adalah keterbatasan, bukan kurang. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM), kami berupaya bagaimana mencoba memenuhi kebutuhan," ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (24/11/2020).
Baca juga: Angka Pasien Dalam Perawatan Covid-19 di Bali Nyaris Sentuh 1.000, Sekda Dewa Indra Angkat Bicara
Sekolah Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Santoso Asrori mengatakan, pihaknya sudah meminta seluruh sekolah segera melengkapi fasilitas protokol kesehatan.
Hal tersebut untuk persiapan jelang kembali digelarnya kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tahun depan.
"November ini kita lakukan pemasangan wastafel, kemudian menambah jumlah thermo gun di sekolah, untuk melengkapi itu, agar siap melakukan pembelajaran tatap muka sewaktu-waktu," ujar Budi, Jumat (27/11/2020).
Baca juga: Menteri PPPA Bintang Puspayoga Sebut Perkawinan Anak Meningkat Selama Pandemi Covid-19